• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 17 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    300 Calon TKI Ilegal Gagal Diberangkatkan
    ALBERTO | Jumat, 10 April 2015 | 09:37 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    300
    Ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net – Pada triwulan pertama tahun 2015, kurang lebih 300 orang calon tenaga kerja ditahan di Bandara El Tari Kupang karena keberangkatan mereka tidak prosedural.

     

    “Mereka tidak memiliki dokumen lengkap sebagaimana yang dibutuhkan seorang tenaga kerja yang hendak bekerja di luar negeri. Selain itu, sekitar 200 orang dilepaskan dengan alasan hendak ke daerah lain seperti Jakarta dan Kalimantan,” kata Kepala Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Cabang Kupang, Tato Kelang yang dihubungi di Kupang, Kamis (9/4) kemarin.

     

    Menurutnya, setelah dilakukan penelusuran, pelaku pengiriman tenaga non prosedural, orangnya itu-itu saja. Bahkan oknum yang membuat dokumen palsu pun, orang-orang yang sama.

     

    Dia menyatakan, tenaga kerja yang ditahan karena pengiriman tidak prosedural itu, lebih banyak menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Untuk mengatasi permasalahan ini, BP2TKI nasional bekerjasama dengan kementerian Dalam Negeri melakukan validasai nomor induk kependudukan (NIK). Bagi mereka yang NIK- nya tidak koneksi secara nasional, dipastikan KTP yang dimiliki adalah palsu.

     

    Dia menuturkan, banyak cara dipakai para calo atau perekrut calon tenaga kerja agar bisa lolos untuk bisa dikirim ke luar negeri. Salah satunya adalah ketika ditanya petugas, tenaga kerja bersangkutan mengaku buta huruf, walaupun memiliki handphone (HP) baik untuk telepon maupun mengirim pesan (SMS).

     

    “Kami selalu menempatkan petugas di pintu-pintu keluar seperti di bandara dan pelabuhan laut untuk mencegah pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara ilegal atau tidak prosedural,” ujarnya.

     

    Anehnya, sambung dia, ketika petugas mencurigai seorang atau sejumlah tenaga kerja, yang bersangkutan berpura-pura mengaku buta huruf. Hal ini untuk menghindari agar petugas tidak tanya lebih lanjut soal tujuan keberangkatannya. Tapi di saat yang sama, petugas melihat tenaga kerja tersebut bisa menelepon atau mengirim pesan (SMS) menggunakan selular.

     

    “Para tenaga kerja yang berpura-pura buta huruf itu ternyata disuruh oleh para calo yang merekrut mereka untuk bersikap seperti itu bila didekati atau ditanya petugas,” katanya.

     

    Menurutnya, strategi lain yang dipakai para calo adalah menggunakan orang yang tinggal di Batam. Sehingga saat ditanya petugas, tenaga kerja bersangkutan hendak bekerja di galangan kapal yang ada di Batam. Ketika petugas menghubungi nomor kontak diberikan, yang bersangkutan mengaku membutuhkan tenaga kerja untuk bekerja di galangan kapalnya. Ironisnya. bekerja di Batam yang masih berada di wilayah NKRI tetapi tenaga kerja tersebut punya paspor.

     

    Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston N. Rondo menyatakan, untuk meminimalisasi kasus perdagangan orang yang terus saja terjadi, DPRD NTT mendorong pemerintah untuk memberi pelayanan izin satu atap kepada calon TKI asal NTT yang hendak bekerja di luar negeri maupun dalam negeri.

     

    Persoalan utama yang dihadapi terkait perekrutan dan pengiriman tenaga kerja adalah pemalsuan dokumen, seperti kartu keluarga, dan KTP. Pemalsuan dokumen ini, dilakukan oleh para calo maupun secara sukerela oleh pencari kerja itu sendiri.

     

    “Kita dorong pemerintah agar menyiapkan pelayanan izin satu atap untuk para pencari kerja, sehingga masalah utama soal pemalsuan dokumen bisa ditekan,” ujar Winston. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.