• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Tanggapi Megawati, Ini Pernyataan JK ...
    ANA DEA | Jumat, 10 April 2015 | 17:31 WIB            #NASIONAL

    Tanggapi
    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Kamis (9/4/2015). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO

     

    JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah selalu berkonsultasi dengan partai pendukung dalam menjalankan program-programnya. Apalagi, kebijakan pemerintah merupakan cerminan dari program yang disusun bersama dengan partai pendukung sejak masa pencalonan presiden dan wakil presiden.

     

    "Jadi pemerintah pun didukung (partai-partai pendukung) maka karena itu pemerintah selalu konsultasi dengan partai pendukung dalam hal menjalankan kebijakan pemerintahan ini karena memang sekarang tidak ada GBHN. Yang ada ialah suatu program pemerintah yang dulu disusun bersama-sama capres dengan partai-partai dan itu partai koalisi," kata Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (10/4/2015).

     

    Ia menanggapi pidato Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dalam pidato yang disampaikan dalam Kongres IV PDI-P di Bali, Kamis (9/4/2015), Megawati menegaskan bahwa pekerjaan rumah selanjutnya adalah mengatur mekanisme kerja antara pemerintah dan partai pengusungnya. Megawati menilai hal ini penting karena hubungan pemerintah dan partai pengusung adalah kehendak demokrasi yang didasari konstitusi. (Baca: Pidato Megawati Penuh Pesan untuk Pemerintahan Jokowi)

     

    Menurut Kalla, komunikasi antara partai pendukung dengan pemerintah merupakan suatu hal yang mutlak dalam negara yang menganut sistem demokrasi. Apalagi, kata dia, partai politik merupakan pilar demokrasi. Atas dasar itu Pemerintah dikatakannya harus berkonsultasi dengan partai pendukung dalam menjalankan program-program.

     

    "Dan itu menjalankannya juga harus selalu konsultasi dengan partai di mana pun di dunia ini. Jadi di mana pun di dunia demokrasi, partai pendukung mempunyai komunikasi yang baik," ucap Kalla.

     

    Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, menilai pidato Megawati merupakan suatu ungkapan kegundahan. Kegundahan itu terjadi akibat suatu realitas yang tidak sejalan dengan apa yang diharapkan.

     

    Menurut dia, pidato tersebut setidaknya menjadi upaya Megawati untuk melakukan konsolidasi ulang, baik terhadap Jokowi maupun terhadap seluruh kader partai. Selain itu, isi pidato tersebut dianggapnya menyiratkan adanya ketidakcocokan antara realitas yang terjadi dan harapan PDI-P sebagai partai pengusung pemerintah.

     

    Ia mengatakan, sewajarnya PDI-P tentu mengharapkan adanya keuntungan politik sebagai partai pemenang pemilu, misalnya pada jabatan-jabatan tertentu. Namun, ada beberapa harapan yang tidak terakomodasi dengan baik.

     

    Hal itu mengakibatkan buruknya komunikasi antara Jokowi dan partai pengusungnya. Salah satu contohnya, kata Gun Gun, kegagalan Jokowi meloloskan Komjen Budi Gunawan sebagai kepala Polri.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.