• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 April 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi Mendunia, Dikunjungi Perdana Menteri Hingga Ratu Cantik Sejagat
    ANA DEA | Rabu, 29 Januari 2014 | 13:48 WIB            #NASIONAL

    Jokowi
    Dok/Web: Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta mendunia (detik.com)

     

    Jakarta - Gubernur DKI Joko Widodo cukup dikenal di luar negeri. Tak sedikit media asing yang meliputnya setiap hari, bahkan memberi 'gelar' khusus bagi sang gubernur. Tamu-tamu yang mendatangi Jokowi pun dari berbagai penjuru dunia, dari level perdana menteri hingga wanita tercantik sejagat.

    Sejak dilantik sebagai gubernur tahun 2012 lalu, Jokowi sudah bekerjasama dengan beberapa negara sahabat untuk memajukan Jakarta. Beberapa di antara perwakilan mereka, ada yang datang ke Indonesia. Bahkan ada yang bersedia ikut blusukan bersama mantan Wali Kota Solo.

    Bagaimana sepak terjang Jokowi di kancah dunia? Siapa saja tamu-tamu yang pernah menyambanginya? Berikut kisahnya:

     

    Naik Monas Bareng PM Swedia

      

    Pada Rabu (14/11/2012) lalu, Jokowi mengajak Perdana Menteri (PM) Kerajaan Swedia YM Fredrik Reinfeldt naik ke puncak Tugu Monas. Di depan PM Swedia itu, Jokowi bercerita soal wilayah kumuh di DKI.

    Jokowi mengajak Reinfeldt ke Monas sekitar pukul 14.55 WIB. Keduanya baru saja mengikuti upacara kenegaraan di Istana Merdeka bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Di puncak tinggi kota Jakarta itu, keduanya bicara banyak hal. Terutama soal kepadatan kota, masalah penghijauan dan sampah.

    "Ngomong soal Jakarta, mengenai penataan kota, penghijauan kota dan pengolahan sampah," kata Jokowi ketika ditanya apa saya yang dibicarakan dengan PM Swedia.

     

    Ajak PM Belanda Blusukan

    Pada 21 November 2013 lalu, Jokowi mengajak PM Belanda Mark Rutte blusukan di Jakarta. Bersama Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mereka mendatangi Waduk Pluit dan perkampungan kumuh di Muara Baru, Jakarta Utara.

    Awalnya mereka bertiga melihat Waduk Pluit. PM Belanda terpesona dengan apa yang dilakukan Jokowi di waduk tersebut.

    Lalu, ketiganya menyambangi perkampungan kumuh di Muara Baru, Jakarta Utara. Mereka juga meninjau lokasi pembangunan rumah pompa di lokasi tersebut.

    "Dia (PM Belanda) pengen sekali lihat di sini, jadi mutar, ya saya antar," kata Jokowi.

    Selama di perjalanan, Jokowi menceritakan PM Belanda kerap bertanya seputar pemukiman kumuh yang lokasinya persis di pinggir Waduk Pluit, termasuk upaya memindahkan sekitar 1.600 KK ke rumah susun.

     

    Menlu Negara Maju

     

    Sedikitnya ada tiga menteri luar negeri yang menyambangi Jokowi dan Ahok di Balai Kota. Mereka berasal dari negara-negara maju dan siap bekerjasama dengan Jakarta untuk memperbaiki sejumlah hal.

    Pada 4 April 2013 lalu, Menlu Australia Bob Carr sowan ke Jokowi. Ia bicara soal banyak hal, termasuk soal wacana Jokowi yang dianggap layak jadi capres di 2014.

    "Jadi kita tidak bisa campur tangan siapa yang akan dipilih oleh orang-orang Indonesia. Kita tahu di Indonesia banyak partai tapi kita akan menghargai kalau ada pemimpin yang mampu membuat Indonesia lebih maju, dan menjadikan sebagai negara yang menjunjung demokrasi serta hak asasi manusia di kancah internasional," papar Bob Carr.

    Lalu, pada Rabu 20 Februari 2013 lalu, Ahok mendapat kunjungan istimewa dari Menlu Belanda CGM Timmermans. Mereka bicara banyak hal, bahkan Ahok langsung meminta kerja sama membangun Kota Tua di Jakarta.

    "Yang lebih komitmen lagi, kita ingin semua (data) Kota Tua kita, kan dia punya data mungkin peta arsiteknya dia punya," kata Ahok. Ahok akan meminta pemerintah pusat untuk menyerahkan pengelolaan Kota Tua ke Pemprov DKI Jakarta. Agar Pemprov DKI bisa mengelola secara lebih baik.

    Kunjungan yang terakhir adalah menteri luar negeri Inggris William Hague. Dia datang Selasa (28/1) kemarin dan membahas sejumlah hal.

    Mereka bicara soal masalah good government, korupsi dan membangun sistem yang transparan. Dalam pertemuan itu, Jokowi menjelaskan soal sistem-sistem untuk mendorong good government di Pemprov DKI Jakarta, termasuk soal lelang jabatan dan transparansi APBD.

    "Saya cerita kita sudah lakukan online test, e-budgeting, e-purchase dan manajemen sistem. Kita sudah lakukan semua itu, tapi perlu waktu untuk membawa sistem itu ke birokrasi ini," ujarnya.

     

    Ratu Cantik Sejagat Hingga Atlet Balap

    Selain pejabat-pejabat penting negara sahabat, Jokowi juga akrab dengan sejumlah pesohor hingga atlet internasional. Yang terbaru adalah gowes bareng Jokowi dengan pebalap Moto GP Jorge Lorenzo.

    Sedianya, Jokowi akan 'balap' dengan sepeda bersama Lorenzo dan mantan juara dunia lain, Valentino Rossi. Namun Rossi tak jadi mengikuti acara tersebut.

    Akhirnya, hanya Jokowi dan Lorenzo yang bersepeda ke arah Balai Kota. Meski diguyur hujan cukup lebat, keduanya tetap semangat memacu sepeda hingga finish.

    "Ya saya kalau balapan sama Lorenzo, menang saya. Saya di depan terus, tadi Lorenzo-nya di belakang," ujar Jokowi dengan senyum sumringah, di Balaikota DKI, Jumat (17/1/2014).

    Selain atlet, Jokowi juga disambangi oleh ratu cantik sejagat alias Miss Universe 2013 Gabriela Isler. Wanita asal Venezuela itu mengundang Jokowi secara khusus untuk hadir dalam acara Puteri Indonesia.

    "Jokowi as owner of Jakarta, please come tomorrow, to the greatest show Puteri Indonesia. You wanna come? Please," bujuk Gabriela sambil dengan nada berbisik ke Jokowi.

    Mendengar ajakan tersebut, Jokowi yang tepat berdiri di samping Gabriela tersenyum simpul. Jokowi tidak serta merta mengiyakan ajakan Gabriela.

    "Banjir," jawab Jokowi.

    Jokowi kemudian kembali dimintai ketegasan, apakah datang atau tidak dalam acara tersebut. Namun sang Gubernur tak berani berjanji. "Urus banjir dulu. Kalau nggak hujan ya datang," katanya.

     

    Fenomena di Media Asing

    Sejumlah media asing kerap mengikuti kegiatan Jokowi sehari-hari. Bahkan tak sedikit yang membuat ulasan khusus tentang sang politikus PDIP tersebut. Mulai dari TV5 asal Prancis hingga media-media cetak luar negeri.

    Media kenamaan Amerika Serikat New York Times pada Rabu (25/9) menyoroti kegiatan blusukan Jokowi. Bahkan mereka menyebutnya 'A Governor at Home on the Streets'.

    New York Times juga menggambarkan bagaimana Jokowi merupakan sebuah harapan di mana dia tidak menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri. Jokowi dipuji sebagai politisi yang bersih. Jokowi juga dinilai sukses membereskan Tanah Abang dan Waduk Pluit.

    Media AS ini juga menyebut Jokowi sebagai 'Man of The People'. Jokowi calon paling kuat menjadi presiden menggantikan SBY di 2014. Tapi keputusan masih menunggu Megawati yang mengendalikan PDIP, partai di mana Jokowi bernaung.

    Lalu, media ternama asal Jerman Der Spiegel menyamakan Jokowi dengan politisi dan pop star. Ulasan ini masuk ke dalam artikel berjudul 'Where Allah Rocks: Indonesia's Tolerant Take on Islam' mengenai dua sisi Islam di Indonesia. Yang menarik adalah pada paragraf pertama, Der Spiegel menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin dengan karakter aneh.

    "Joko Widodo adalah seseorang dengan karakter aneh, seorang mega bintang di negaranya dan seorang tokoh yang bertumbuh menjadi sosok penting dalam politik di Asia," demikian tulis Der Spiegel dalam artikelnya.

    Der Spiegel kemudian menyebut sosok Jokowi merupakan hasil campuran dari banyak hal, bermacam karakter. Disebutkan bahwa Jokowi terkadang bersikap seperti Raja Kalif Harun al-Rashid yang melegenda, yang gemar menyelinap keluar dari istananya di Baghdad, Irak pada malam hari untuk membaur dengan rakyatnya dan mempelajari pola pikir rakyatnya.

    Harun adalah khalifah kelima dari kekhalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Masa kekuasaan Harun di sebut-sebut sebagai masa keemasan Islam. Waktu itu, Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.

    Terkadang, lanjut Der Spiegel, Jokowi juga bersikap seperti Nelson Mandela yang mampu memikat orang-orang dengan optimismenya dan kepandaiannya berpidato. "Dan terkadang, dia (Jokowi-red) tampak seperti tipe Mick Jagger, yang karismatik dan tegas, tapi mungkin sedikit mementingkan diri sendiri," tulis Der Spiegel.

    Bagi pendukung maupun rakyat Indonesia kebanyakan, Der Spiegel menyebut sosok campuran seperti ini menjadi figur pemimpin yang sangat menarik dan banyak dikagumi. Terlebih bagi penduduk Jakarta yang saat ini dipimpinnya, yang oleh para ahli disebut-sebut bahwa Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050 mendatang.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.