• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 April 2018

     

     
    Home   »  Opini
     
    Gagal Aksi, BEM SI Dikritik BEM UIN Sunan Kalijaga
    UCOK AL AYUBBI | Senin, 13 April 2015 | 09:55 WIB            #OPINI

    Gagal
    Logo BEM

     

    Ucok Al Ayubbi (Presiden BEM Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

     

    Beberapa hari yang lalu kalangan aktivis mahasiswa digegerkan dengan beredarnya broadcast dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) yang mengajak kepada seluruh organ ekstra kampus turun ke jalan pada tanggal 20 Mei 2015 untuk melengserkan presiden Jokowi. Ajakan tersebut dilakukan karena pemerintahan Jokowi dianggap telah mengingkari janjinya, serta membuat kebijakan yang sangat mencekik rakyat seperti menaikkan harga BBM, harga bahan pokok, harga gas, tarif dasar listrik, tatanan hukum yang semakin amburadul dan biaya hidup semakin mahal.

     

    Namun, isu tentang ajakan untuk turun ke jalan tersebut diklarifikasi oleh koordinator BEM Seluruh Indonesia Ahmad Khairudin Syam. Sebagaimana yang dimuat oleh salah satu media, Ahmad mengatakan bahwa isu 20 Mei mendatang itu hanya berita bohong dan sengaja disebar hanya untuk kepentingan segelintir oknum yang mengatasnamakan BEM SI. Ia menyatakan Bahwa BEM Seluruh Indonesia mendukung dan siap mengawal kepemimpinan Jokowi-JK.

     

    Menanggapi hal tersebut, Presiden BEM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Syaefuddin Ahrom Al Ayubbi yang akrab disapa Ucok menegaskan, bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengontrol dan mengkritisi setiap kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK yang tidak berpihak kepada rakyat. Sudah sepantasnya sebagai mahasiswa kita harus mengevaluasi program-program pemerintah. Kalau perlu menolak program pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat dengan cara turun ke jalan sebagaimana yang dilakukan oleh para aktivis-aktivis sebelum kita.

     

    Ucok juga menambahkan, bahwa mahasiswa harus tetap berkomitmen untuk mempertahankan idealismenya dan menghindari hal-hal yang bersikap pragmatis. Karena sikap pragmatisme akan mengubur kritisisme seseorang dan akan menjadikannya sebagai seorang pecundang. Idealisme adalah suatu hal yang harus kita jaga bersama-sama demi terciptanya masyarakat yang sejahtera, adil dan sentausa.

    _____________________________________________________________________

    Flobamora.net adalah media masyarakat. Seluruh isi opini menjadi tanggung jawab penulis. 


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.