• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Luwak Juga Bisa Tularkan Rabies
    ANA DEA | Selasa, 21 April 2015 | 10:30 WIB            #GAYA HIDUP

    Luwak
    Luwak Pandan, salah satu dari 60 hewan Luwak peliharaan Hj Yekti Murih Wiyati (37), pemilik usaha kopi Luwak `Luwakmas` di Kampung Luwak, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. KOMPAS/ABDUL LATHIF

     
    BANDARLAMPUNG - Meskipun belum menemukan penularan penyakit rabies dari satwa liar kepada manusia, namun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung mulai memberi peringatan bahaya rabies kepada pemelihara Luwak.

    "Saat rapat di Bandung beberapa waktu lalu terungkap ternyata Luwak penularan rabiesnya paling berbahaya," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Lampung Arsyad pada Senin (20/4/2015).

    Selama ini menurutnya, belum ada laporan penularan rabies kepada manusia dari para penangkar satwa tersebut. Namun ke depan, setiap individu yang melakukan penangkaran Luwak untuk kepentingan bisnis atau individu yang memelihara satwa lainnya, diharapkan  segera melakukan vaksinasi.

    Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung Subakir menyebutkan terdapat 300 individu yang memelihara satwa dilindungi  dan 33 orang memiliki izin dan lima orang mengantongi izin melakukan penangkaran Luwak.

    Gunawan salah satu pengembang usaha kopi Luwak di Lampung Barat mengatakan sejauh ini belum ada sosialisasi terkait vaksin rabies pada satwa yang dipeliharanya. "Setahu saya, penyakit rabies itu hanya ditularkan dari anjing saja tidak pada hewan lainnya apalagi luwak," ujar dia.

    Dia sendiri memiliki 14 ekor luwak peliharaan untuk memproduksi kopi kualitas terbaik. Setiap hari dia dan buruhnya berinteraksi dengan luwak peliharaannya itu. "Tangan saya ini sudah banyak tanda bekas cakaran luwak, itu sudah biasa bagi saya," katanya.

    Terkait penyakit yang sering menimpa luwak peliharaannya itu, ia menyebutkan beberapa penyakit seperti cacingan, penyakit mata, serta bulu rontok.

    "Selama ini saya mengobatinya secara otodidak saja misalnya dengan cara memberi vitamin atau dibelikan obat di apotek," ujarnya.

    Biasanya penyakit tersebut sering muncul saat memasuki musim kemarau. "Kalau dalam kondisi yang parah, saya tidak mampu mengatasinya terpaksa luwak itu saya lepasliarkan," kata Gunawan yang telah menjalankan usaha kopi luwak 9 tahun lamanya.

    Setidaknya setiap tahun ada saja luwak yang dilepaskannya karena kena penyakit. Ia berharap ke depan, pemerintah tak cuma turun terkait perizinan saja, tapi memantau juga kesehatan satwa yang telah diberi izin memelihara itu.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.