• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Kupang Masuk Jaringan Kota Pusaka Indonesia
    ALBERTO | Kamis, 23 April 2015 | 20:03 WIB            #NASIONAL

    Kupang
    Patung Tirosa di Bundaran PU menjadi salah satu ikon Kota Kupang

     

    Kupang, Flobamora.net - Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai Kota pusaka dan masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Untuk itu  pemerintah setempat akan membenahi beberapa ikon yang menunjukkan sebagai sebuah kota pusaka.

     

    “Ada 11 Kota yang telah ditetapkan sebagai Kota pusaka dan Kota Kupang termasuk didalamnya,” kata Walikota Kupang, Jonas Salean kepada wartawan, Kamis (23/4).

     

    Jonas menjelaskan, Pemkot sudah membuat sejumlah proposal ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif, Kementerian PU untuk mendukung penanganan masalah sarana-prasarana. Namun, hingga kini proposal yang diajukan belum ada jawaban. “Nanti kita cek kembali karena kita sudah ditetapkan masuk nomor urut 11 Jaringan Kota Pusaka Indonesia,” katanya.

     

    Dia mengatakan, jika Pemerintah Pusat tak merespons proposal yang diajukan, maka Pemkot akan berupaya memperjuangkan alokasi dari APBD Kota. Menurutnya, untuk penataan dari Kelapa Lima sampai Sasando untuk menunjang kota pusaka, penataan sarananya tidak sampai Rp 50 juta.

     

    Salean mengatakan, ada sejumlah aset-aset andalan di Kota Kupang yang dapat mendukung keberadaan kota pusaka, di antaranya Tugu Jam di Bundaran PU yang merupakan jam pertama. Tugu Strat A dan tugu Komodo di Oeba, akan menjadi catatan sejarah dan budaya di Kota Kupang.

     

    Selain itu, Tugu Kalpataru di Oeba, Patung Sonbai di depan Gereja Katedral, burung merpati di ujung Jalan Frans Seda dan beberapa tugu lainnya yang menjadi ikon utama pendukung JKPI. “Tugu-tugu dan sejumlah situs di Kota Kupang itu akan kita perhatikan sebagai penyokong JKPI,” katanya.

     

    Dia mengaku , sejumlah situs dan tugu di Kota Kupang juga menjadi daya tarik tersendiri dalam mendukung kunjungan wisatawan. Wisatawan dalam negeri sudah banyak yang berkunjung menikmati situs dan tugu-tugu yang ada di Kota Kupang. Dengan meningkatnya tingkat kunjungan, tentu saja mendukung peningkatan hunian hotel yang pada gilirannya mendukung peningkatan pajak hotel dan restoran.

     

    Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Melkianus Balle yang dikonfirmasi soal hal ini mengaku, DPRD Kota kuapng sangat mendukung penunjukan Kota Kupang sebagai salah satu kota pusaka. Dengan masuk kategori kota pusaka, maka Pemkot harus memperhatikan semua peninggalan-peninggalan berupa situs dan tugu yang ada di Kota Kupang.

     

    “Tugu yang mulai rusak hendaknya diperbaiki dan dirawat dengan baik, untuk mendukung dan menarik minat pengunjung,” ujarnya.

     

    Pemerintah,tambahnya, harus bekerja sama dengan budayawan dan orang-orang yang paham sejarah, agar dapat membuat catatan sejarah menyangkut situs dan tugu yang jadi andalam mendukung Kota Kupang sebagai kota pusaka.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.