• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Opini
     
    BEM Nasional : KAA Bukan Ajang Reunian dan Romantisme Masa Lalu
    UCOK AL AYUBBI | Jumat, 24 April 2015 | 11:23 WIB            #OPINI

    BEM
    Salah satu suasana KAA 2015

     

    Oleh: Ucok Al Ayubbi (Presidium BEM Nasional)

    Presidium Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional (BEM NAS) Syaefuddin Al Ayubbi mengingatkan bahwa pergelaran agenda Konferenai Asia-Afrika (KAA) 2015 jangan hanya dijadikan sebagai ajang reuni para kepala negara kiawasan melainkan harus melahirkan kekuatan politik bagi Indonesia layaknya Presiden Soekarno 60 tahun silam.

    “Jangan sampai Konferensi Asia-Afrika 2015 ini hanya sebagai ajang reunian para kepala negara serta bersifat romantisme masa lalu tanpa ada hasil yang jelas,” ujar Al Ayubbi di Yogyakarta, Kamis, (23/4/2015).

    Sejarah lahirnya Konfrensi Asia-Afrika yang dimotori oleh Bung Karno, kata dia mempunyai misi untuk menggalang kekuatan politik di negara Asia-Afrika untuk membuat blok baru sebagai upaya untuk melawan Neo Imperialisme- Neo Kolonialisme yang dilakukan oleh Blok Barat dan Blok Timur.

    “KAA kan diselenggarakan di Jakarta dan Bandung, sebagai tuan rumah Indonesia mengusung tiga misi utama yakni spirit Dasa Sila Bandung, solidaritas Asia-Afrika, dan dukungan kemerdekaan Palestina, jadi pemerintah harus benar-benar mampu mengawal ketiga isu tersebut sampai gol, bukan sekadar ajang-ajangan belaka,” ungkap pria yang akrab disapa Ucok tersebut.

    Ucok menambahkan, pemerintahan Jokowi-JK harus berfikir secara jernih dalam mengambil sikap politik dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut dan tidak bertentangan dengan spirit Dasa Sila Bandung 18-25 April tahun 1955.

    Terakhir, Ucok meminta kepada pemerintah supaya hasil dari kesepakatan dari KAA disampaikan kepada publik negeri agar masyarakat tahu apa yang didapatkan Indonesia dari ajang yang diselenggarakan selama lima hari itu.

    “Di Akhir dari pertemuan KAA itu, kami dari BEM Nasional menuntut agar pemerintah menyampaikan kepada publik hasil kesepakatan yang sudah dicapai dari konferensi tersebut,” tandasnya.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.