• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 18 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Danau Kelimutu Kembali Berubah Warna
    ALBERTO | Selasa, 28 April 2015 | 14:11 WIB            #TRAVEL

    Danau
    Tiwu (Danau) Nuwamuri Koo Fai dan Tiwu Atapolo yang berubah menjadi warna putih dan merah (Foto : Ester Elim)

     

    Kupang, Flobamora.net - Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berubah warna, setelah perubahan terakhir terjadi pada tahun 2013 lalu.

     

    Ester Elim, salah seorang wisatawan yang berkunjung ke Kelimutu, Sabtu (2/5/4) lalu dan menyaksikan langsung perubahan itu, dihubungi dari Kupang, Selasa (28/4) mengatakan, saat pertama kali tiba di Kelimutu warna ketiga danau itu masih seperti biasa.

     

    “Kami terkejut melihat keajaiban itu. Danau Nuwamuri Ko’o Fai yang semula berwarna biru kemudian berubah menjadi warna putih susu. Danau Ata Polo yang semula berwarna hijau berubah menjadi warna merah. Sedangkan Danau Ata Bupu yang semula berwarna hitam berubah menjadi warna hijau. Sekarang Danau Kelimutu menjadi merah, putih dan hijau,” katanya.

     

    Dia menjelaskan, ia bersama teman-temannya, tiba di Kelimutu sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu Danau Nuwamuri Ko’o Fai  masih berwarna biru muda. Sekitar pukul 08.18 Wita, warna biru muda mulai berubah perlahan-lahan ke warna putih, makin lama makin jelas putihnya. Demikian pula dengan danau yang lain warnanya juga mulai berubah.

     

    Mengutip keterangan warga sekitar, dia menuturkan, sejak pagi warga mulai mencium bau belerang yang menyengat. Kami disarankan membawa air minum, jika hendak ke puncak Kelimutu.

     

    “Benar juga. Dalam perjalanan ke atas puncak, napas kami terasa agak sesak dan tenggorokan sakit hingga batuk-batuk. Setelah minum air, rasa sakit itu hilang. Kami lalu mendekati Danau Ata Polo, warna masih belum berubah,” tambahnya.

     

    Dia menambahkan, meski bau belerang yang menyengat mereka masih sempat mengabadikan keajaiban dan kejadian langka tersebut.

     

    Kepala Stasiun Vulkanologi Ende, Gabriel Rago yang dihubungi pada kesempatan terpisah membenarkan adanya perubahan warna Danau Kelimutu.

     

    “Memang ada asap di kawah. Dulunya danau itu keluarkan asap berwarna putih, yang kini berubah menjadi warna telur asin. Kami masih terus memantau perkembangan perubahan warna itu. Kami juga meminta warga untuk tidak mendekat ke kawah karena bau belerang yang menyengat,” jelasnya.

     

    Dia menambahkan  perubahan warna ini terjadi mungkin akibat aktivitas vulkanologi. Namun, oleh masyarakat setempat dipercayai sebagai tanda akan ada perubahan alam yang luar biasa. Perubahan warna akan memiliki tanda-tanda alam atau gejala alam untuk dunia ini.


    ”Menurut  kepercayaan masyarakat Lio, perubahan warna memiliki dampak atau tanda-tanda alam bagi dunia. Hal ini terjadi seperti tahun 1992 di mana terjadi gempa bumi di Flores atau tahun 2004 tsunami di Aceh,” ujarnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.