• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 18 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sembilan Tahun Siswa Belajar di Ruang Kelas Darurat
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 29 April 2015 | 10:25 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sembilan
    Para pelajar di kelas darurat SDK Wololuma, Mekendetung

     

    Maumere, Flobamora.net - Nasib pendidikan di Kabupaten Sikka belum membaik. Banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas ruangan belajar yang memadai. Seperti di SDK Wololuma Desa Mekendetung, Kecamatan Kangae. Sembilan tahun sudah para siswa terpaksa belajar di ruangan kelas darurat.

               

    Letak sekolah ini cukup jauh dari jalan kabupaten. Posisinya sedikit agak tenggelam dari ruas jalan di kampung itu. Untuk menuju ke sekolah ini pun harus melewati ruas jalan sempit. Untung saja udara segar dengan sekelilingnya dikitari tanaman kopi, kakao, dan jambu mete, seakan menggairahkan semangat belajar di sekolah ini.

     

    Sepintas tidak terlihat hal yang mencengangkan dari bangunan SDK Wololuma, karena gedung sekolahnya sudah permanen. Namun kalau dilihat saksama, terdapat satu ruangan belajar yang terbilang darurat. Letaknya persis di bagian ujung dari gedung sekolah.

     

    Dinding ruangan kelas terbuat dari belahan bambu yang dalam bahasa setempat disebut dengan halar. Atap ruangan kelas menggunakan seng, yang sudah nyaris bocor di mana-mana.

     

    Fasilitas lain berupa meja dan kursi juga sangat prihatin, tidak saja dari sisi kuantitas yang tidak sebanding dengan jumlah murid, tapi juga dari sisi kelayakan. Di kelas darurat ini hanya terdapat 6 meja belajar, dengan kursi secukupnya. Praktis, ada pelajar yang harus duduk berhimpitan pada sebuah kursi, dengan satu meja belajar untuk tiga sampai empat pelajar.

     

    Ketika Flobamora.net menyambangi sekolah ini, Selasa (28/4), sebanyak 18 pelajar kelas dua tengah mengikuti pelajaran agama. Tampak mereka seperti biasa saja menjalani kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang sangat prihatin seperti itu. Ternyata ruangan kelas darurat ini dikhususkan untuk pelajar kelas dua, sedangkan rombongan belajar lainnya menggunakan ruangan belajar yang sudah permanen.

     

    Wali Kelas 2 Marselina Yeni yang ditemui di sekolah itu menuturkan kondisi ruangan darurat di sekolah itu sudah berlangsung selama sembilan tahun. Ruangan kelas darurat yang sekarang, katanya, adalah hasil swadaya orangtua murid. Sebelumnya, ketika belum ada swadaya dari orangtua murid, dia mengaku ruangan kelas ini lebih parah lagi.

     

    “Jadi sekolah ini sebenarnya kekurangan ruangan belajar. Dalam keadaan mendesak karena harus ada kegiatan belajar mengajar jadilah dibuat ruangan kelas darurat, dan ini sudah berlangsung selama sembilan tahun. Ini sudah agak baik, sebelumnya lebih parah lagi,” tutur Marselina.

     

    Dia menambahkan, jika musim hujan, maka kegiatan belajar mengajar terganggu, karena dinding dan atap yang bocor di mana-mana. Genangan air hujan akan menutupi lantai sekolah yang masih terbuat dari tanah. Jika itu terjadi maka [para pelajar dievakuasi ke teras sekolah, dan praktis kegiatan belajar mengajar terhenti. 

     

    Wakil Kepala SDK Wololuma, Piet Sepe menjelaskan pihaknya sudah memberitahukan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka perihal kekurangan ruangan belajar. Tidak saja itu, jika ada kunjungan kerja anggota DPRD Sikka mereka pasti menyampaikan kondisi sekolah ini.

     

    “Kami sudah sampaikan ke dinas, juga kalau ada kunjungan Dewan. Tapi sekarang belum ada respons positip. Terakhir kami dengar tahun ini ada tambahan dua ruangan belajar. Yah semoga dapat direalisasikan sehingga bisa membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

     

    Di sekolah ini terdapat kurang lebih 90 pelajar dari kelas 1 sampai kelas 6. Tenaga guru yang mengajar berjumlah 8 orang, terdiri dari 3 guru pegawai negeri dan 5 guru honor.

     

    Setiap tahun ajaran baru penerimaan murid tidak terlalu banyak, maksimal 20 murid saja. Yang cukup menggembirakan, ujar Piet Sepe, setiap tahun tingkat kelulusan mencapai seratus persen.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.