• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 21 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Cuaca Ekstrim Masih Melanda Wilayah NTT
    RISKY | Jumat, 31 Januari 2014 | 12:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Cuaca
    Ilustrasi Gelombang Tinggi

     

    Kupang, Flobamora.net - Cuaca ekstrim berupa awan tebal, hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan masih berlangsung di seluruh wilayah kepulauan NTT hingga Februari 2014, akibat tekanan rendah di Tenggara dan Utara perairan Australia.

     

    "Adanya daerah tekanan rendah di sebelah tenggara dan utara perairan Australia yang mempengaruhi cuaca di NTT, sehingga menimbulkan hujan intensitas ringan, sedang disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi," ucap Kasi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II El Tari Kupang, Mohammad Syaeful Hadi, di Kupang, Jumat (31/1).

     

    Umumnya sifat hujannya sporadis dan tidak rutin atau bisa jeda beberapa jam tidak turun hujan bahkan hingga satu hari penuh, namun keesokannya terjadi hujan disertai angin kencang yang berpotensi terjadi puting beliung pada daerah-daerah yang bertekanan rendah di wilayah NTT.

     

    Ia menyebutkan kondisi cuaca ekstrim dengan tekanan rendah di perairan Australia itu perlu diwaspadai terutama bagi warga yang melakukan perjalanan menggunakan sarana angkutan laut, termasuk nelayan pencari ikan yang menggunakan kapal atau perahu kayu, karena rawan terjadi musibah.

     

    "Dalam setiap hari peringatan dini cuaca provinsi telah ditegaskan kepada pengelola dan pengendali sarana dan fasilitas laut dan udara untuk selalu waspada," imbuhnya.

     

    Selain tekanan rendah di perairan Australia, sisa siklon tropis atau badai tropis "Lingling" dengan kategori satu yang tumbuh di wilayah Filipina beberapa pekan terakhir ini dan merupakan badai tropis yang tidak lazim dan untuk kali pertama tumbuh di utara wilayah Indonesia.

     

    Data kejadian badai tropis sejak tahun 1977 hingga 2012 tercatat 10 kali kejadian badai tropis yang tumbuh di utara wilayah Indonesia dengan kemungkinan tumbuh sekitar 0,28%.

     

    Badai Tropis Lingling ini tumbuh sejak tgl 18 Januari 2014 pukul 07.00 WIB di sekitar Perairan timur Philipina, Meskipun badai tropis Lingling dekat dengan wilayah NTT, namun badai tersebut tidak akan melintasi seluruh wilayah NTT atau wilayah Indonesia lainnya.

     

    Dia menyebut untuk wilayah Pulau Timor bagian Selaan, Tengah dan Barat tidak menerima dampak dari badai ini, sehingga saat ini tanaman mereka sedang dilanda kekeringan hebat.

     

    "Dilihat dari pertumbuhan dan sebaran awan hujan menunjukan bahwa dampak dari badai tropis tersebut tidak banyak mempengaruhi pola cuaca di wilayah NTT dan wilayah Indonesia bagian utara lainnya," jelasnya 

     

    Ia menerang wilayah NTT menjadi daerah beraian angin sebagai akibat dari beraian angin tersebut maka akan menghambat pertumbuhan awan-awan hujan sehingga hujan lebat kecil kemungkinan akan terjadi.

     

    "Dampak yang pasti terjadi yaitu adanya peningkatan kecepatan angin dan gelombang tingi, wilayah yang terkena dampaknya," imbuhnya.

     

    Siklon tropis atau badai tropis LINGLING dengan kategori 1 yang tumbuh di wilayah Filipina merupakan badai tropis yang tidak lazim dan untuk kali pertama tumbuh di utara wilayah Indonesia.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.