• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 19 Juli 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok: Bagus Dong Saya Enggak Usah Jadi Gubernur, `Ngapain` Capek-capek...
    ANA DEA | Jumat, 08 Mei 2015 | 09:56 WIB            #NASIONAL

    Ahok:
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan di acara Women for the World, di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (7/5/2015). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZA

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak khawatir jika nantinya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017. Pernyataan Basuki ini menanggapi survei yang dilakukan lembaga Cyrus Network (CN), Kamis (7/5/2015). 

    "Enggak apa-apa. Saya kan selalu bilang kalau ada yang lebih baik dari saya (jadi gubernur), berarti bagus dong saya enggak usah jadi gubernur. Ngapain capek-capek sampai sore jam segini jam segitu (masih di kantor)," kata Basuki, di Balai Kota. 

    Ia juga mengimbau publik Jakarta untuk tidak memilihnya jika ada calon gubernur yang lebih baik, jujur, dan berkompeten dalam Pilkada DKI 2017.

    Basuki senang jika nantinya banyak orang-orang jujur ikut mencalonkan diri sebagai gubernur.

    Namun, dia mengaku tidak rela jika nantinya Jakarta dipimpin oleh orang yang salah. Sebab, yang akan dirugikan adalah warga Jakarta. Sementara jika Ridwan dan Risma mengikuti ajang Pilkada DKI, warga Jakarta akan memiliki banyak pilihan untuk menjadikan Jakarta lebih baik lagi.

    "Dulu Bu Risma waktu jadi Kepala Dinas Pariwisata di zamannya Bang Yos (Gubernur Sutiyoso). Dia belajar penataan taman di Jakarta. Waktu kami (Jokowi-Basuki) naik, kami belajar e-budgeting pakai orang Surabaya walaupun punya kami agak beda. Kalau Bu Risma kan Surabaya itu kota, kami kan provinsi terus kota-kota jadi mesti ubah (konsepnya)," kata pria yang biasa disapa Ahok itu.

    Pemprov DKI pun belajar dari Ridwan Kamil mengenai penataan taman. Begitu pula sebaliknya, Ridwan belajar dari kesuksesan Jokowi menata taman saat menjadi Wali Kota Surakarta.

    "Saya bilang kita belajar dari masing-masing. Misalnya dia pengen bikin room smart city walaupun punya dia belum lengkap, kesannya bisa jadi tempat tour gitu kan. Nah kami juga yang punya konsep smart city lebih canggih kenapa enggak ikuti seperti dia buka showroom supaya orang datang ke Jakarta bisa kayak tour nih. Tour ke Balai Kota tontonannya Smart City," kata Basuki.

    Dari survei yang dilakukan Cyrus Network (CN), Ahok mendapatkan 42,8 persen pemilih, sedangkan Risma mendapatkan 37,2 persen. Sisanya, 14,3 persen ragu-ragu dan 5,7 persen tidak menjawab. 

    Survei itu memperlihatkan peluang ketiganya jika maju pada Pilkada DKI 2017 nanti. Survei tersebut diselenggarakan pada 23 April-27 April 2015.

    Metode yang dilakukan adalah multistage random sampling. Responden tersebar secara proporsional di seluruh wilayah kelurahan DKI Jakarta dengan umur minimal 17 tahun.

    Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Jumlah responden sebanyak 1.000 orang dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 3,1 persen.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.