• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Rapat Pengesahan Tata Tertib DPRD NTT Berlangsung Alot
    ALBERTO | Senin, 11 Mei 2015 | 11:26 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Rapat
    Suasana rapat paripurna DPRD NTT yang membahas tentang tatib, Senin (10/5)

     

    Kupang, Flobamora.net - Rapat paripurna DPRD NTT yang mengagendakan pengesahan tata tertib (tatib) di lembaga legiaslatif tersebut, Senin (10/5) berlangsung alot sejak dibuka pimpinan sidang, Nelson Obet Matara.

     

    Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTT, Semuel Viktor Niti di awal sidang paripurna memaparkan hasil rapat pada Rabu (6/5) yang secara garis besar tentang hasil pembahasan Tatib yang sudah disepakati.

     

    “Dalam rapat internal ini, kami mohon agar rancangan Tatib ini bisa disahkan sehingga menjadi pedoman atau pegangan bagi pimpinan dan anggota dewan,” katanya.

     

    Sementara itu, pimpinan rapat Nelson Obet Matara mengatakan, tatib ini sudah dibahas dalam rapat gabungan komisi, sehingga tidak ada hal substansial yang perlu dipermasalahkan. Tatib ini mengikat pimpinan dan anggota dewan.


    Pantauan Flobamora.net,  begitu pimpinan rapat menyampaikan judul yang termaktub dalam tata tertib dewan, berbagai tanggapan interupsi pun terjadi, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yucundianus Lepa meminta agar masalah ini dibahas dulu di tingkat fraksi. Alasannya, BK tidak mewakili seluruh fraksi. Kalau yang terjadi di gabungan komisi adalah masing-masing anggota.

     

    “Saya tawarkan agar rapat ini kita skor, biarkan fraksi berpendapat baru bisa menghasilkan keputusan yang utuh,” ujar Yucundianus.


    Sementaara anggota lainnya, Hironimu Banafanu, meminta rapat tersebut dilanjutkan, lantaran apa yang dibahas saat ini sudah dibahas pada rapat gabungan komisi, sehingga tidak perlu dibawa  lagi ke tingkat fraksi.


    Pendapat serupa juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar, Hugo Rehi Kalembu, Hugo malah meminta agar waktu yang ada digunakan untuk membahas kode etik tersebut sampai tuntas.


    Sedangkan Agus Bria Seran dari Fraksi Partai Gerindara  meminta agar apa yang sudah dihasilkan melalui Rapat Gabungan Komisi jangan mentahkan.” Jika ada kekurangan tinggal disempurnakan,” tandasnya.

     

    Setelah melewati perdebatan panjang, rapat tersebut akhirnya dilanjutkan dengan membahas item per item peraturan tentang tata tertib dewan.

     

    Yang menjadi bahan perdebatan dalam tata tertib itu khususnya pada pasal 4 point D, tentang rumusan agar anggota DPRD NTT, dilarang memberikan informasi yang menurut sifatnya rahasia kepada masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan.

     

    Sedangkan dalam poin E, DPRD dilarang memberikan keterangan atau pernyataan kepada publik melalui media masa cetak maupun elektronik atau media sosial lainnya yang bertentangan dengan keputusan rapat yang tidak dihadirinya secara penuh dan atau tidak dihadiri oleh anggota dewan yang memberi komentar.

     

    Saat berita ini ditayangkan, Rapat Paripurna DPRD NTT yang membahas masih berlangsung dan suasananya pun masih berlangsung alot.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.