• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 21 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok: Kalau Anda Anarkis, Gue Sikat
    ANA DEA | Selasa, 26 Mei 2015 | 19:27 WIB            #NASIONAL

    Ahok:
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan program penertiban pedagang kaki lima (PKL). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak terdaftar serta tidak lolos kualifikasi tidak akan bisa berdagang di "Lenggang Jakarta".

    Oleh karena itu ia tidak mengindahkan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh segelintir oknum PKL Monas, di Balai Kota, Selasa (26/5/2015) siang tadi. 

    "Anda juga pedagang baru datang, kami punya data pedagang dari dulu cuma sekitar 300 nama saja, tiba-tiba beranak pinak. Nah Anda demo saya, ya demo saja. Mau tuntut, tuntut saja. Kalau Anda anarkis, gue sikat lo," kata Basuki, di Balai Kota. 

    Basuki menjelaskan, pihaknya telah menyeleksi ribuan PKL Monas untuk berdagang di "Lenggang Jakarta". Namun ternyata tak sedikit pedagang yang memiliki lebih dari 2 kios di Monas.

    Selain itu, kebanyakan dari mereka bukanlah pedagang melainkan pemasok bakso, minuman ringan, dan lain-lain. Para PKL bisa berdagang di dalam area Monas karena mendapat suplai dari oknum tersebut.

    Setelah melakukan seleksi, didapatkan 339 pedagang yang berhak berjualan di "Lenggang Jakarta". Namun hingga kini baru 329 PKL yang berdagang, 10 pedagang sisanya masih mengikuti pembinaan.

    "Kenapa masih banyak kios yang kosong? Karena ketahuan mereka bukan pedagang. Jadi selama ini di Jakarta itu lebih banyak PKL nyewa dari oknum, asosiasi, oknum ormas, dan lain-lain," kata Basuki.  

    Oleh karena itu, tiap pedagang diwajibkan memiliki rekening Bank DKI serta kartu anggota. Hal itu bertujuan agar Pemprov DKI mudah mengontrol para pedagang itu. Basuki juga membantah tudingan ia tidak pro-PKL.

    "Apakah saya mau menghapus PKL, enggak. Saya justru sedang membeli tanah banyak untuk PKL. Nah yang jadi persoalan, Anda mau dagang seenak-enaknya. Kalau gitu dagang saja di Bundaran HI minta jatah ke Grand Indonesia," kata Basuki kesal. 

    Sebelumnya sekitar ratusan PKL serta tukang sapu di Monas menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Selasa siang ini. Aksi demo mereka juga digawangi oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

    Mereka memprotes kebijakan Basuki untuk mengadakan "Lenggang Jakarta" di Monas. Terlebih, tak semua PKL ditampung di "Lenggang Jakarta". Mereka merasa kecewa karena tidak mendapat kios di program yang dibiayai Rekso Group itu.

    "Kami kecewa atas keputusan Ahok (Basuki) yang semena-mena. Jangan singkirkan kami, PKL bukan koruptor BLBI, PKL bukan maling. Turunkan Ahok tidak pantas jadi gubernur," seru salah seorang orator sambil berteriak meminta Basuki keluar dari ruangannya untuk menemui mereka.

    Mereka juga membawa spanduk dengan beragam tuntutan. Seperti Jangan Gusur PKL Monas,  PKL Monas Bukan Koruptor, PKL Bukan Pengedar Narkoba, Satpol PP Jangan Kejar-Kejar Kami, Ahok Pulang Sana ke Belitung, Ahok Bukan Pemimpin, dan lain-lain.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.