• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Februari 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Waduh, Minyak Tanah Hilang di Kota Ende
    ALEX | Rabu, 27 Mei 2015 | 12:44 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Waduh,
    Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende, Defi Daniel

     

    Ende, Flobamora.net - Hampir sebulan belakangan ini, minyak tanah seakan menghilang dari peredaran di Kota Ende. Banyak warga mengeluhkan tidak adanya minyak tanah di pangkalan atau pengecer.

     

    Beberapa warga mengaku, harus keliling kota mencari minyak tanah, namun harus gigit jari karena persediaannya habis. Sedangkan jika dijumpai di pegecer, harganya melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah yakni Rp. 4000 per liter atau Rp 20.000 per jirigen yang isi lima liter.


    Pantauan Flobamora.net, Selasa (26/5)  kemarin di beberapa titik penjualan minyak tanah seperti Mbongawani, Kota Ratu, Onekore, Potulando dan Mautapaga tidak lagi dijumpai pengecer yang menjual minyak tanah. Sementara ada warga yang menitipkan jerigennya di pengecer dengan maksud ketika minyak tanah didroping agen, mereka bisa mendapatkannya.


    "Ada warga Mautapaga yang menitipkan jerigennya di saya. Mereka berharap bisa segera dapat minyak tanah kalau agen sudah datang drop," ujar Anton warga Udayana yang juga pengecer minyak.

     

    Dia mengakui, agen biasanya mengirim minyak tanah seminggu dua kali, namun kadang hanya sekali. Sementara untuk saat ini sudah dua minggu belum ada pendropingan.


    Menanggapi hilangnya minyak tanah di pasaran, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende, Defi Daniel dikonfirmasi, Rabu (27/5) membantah adanya kelangkaan.

     

    Menurutnya, suplai minyak tanah berdasarkan koordinasi dengan Pertamina Ende kuotanya memadai karena persediaannya mencukupi.


    "Kita sudah koordinasi dengan Pertamina, jawaban minyak tanah stabil dan keluar dari depo sesuai dengan alokasi agen masing-masing. Jadi, minyak tanah mestinya tidak langka," ujar Defi Daniel.

     

    Dia mengatakan, jika kabupaten tetangga kekurangan pasokan minyak tanah bisa dibantu dari Pertamina Ende.


    Menjawabi keresahan itu, kata dia, Disperindag telah mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat kalau minyak tanah tidak langka.”Ini penting agar masyarakat tidak resah. HET yang ditetapkan yakni Rp 4.000 per liter atau Rp 20.000 per jerigen lima liter dengan toleransi harga Rp 25.000 per jirigen.


    "Kami heran di lapangan harga minyak tanah bisa mencapai Rp 30.000 – Rp 40.000. Kami akan tindak tegas para pengecer nakal dan cabut rekomendasi penjualan. Jika ada kesalahan lebih fatal akan dilaporkan ke polisi untuk ditindak secara hukum,"ujarnya.

     

    Dia berjanji akan memanggil pengecer dan sopir mobil tanki untuk mengetahui apakah benar ada kelangkaan dan bagaimana mekanisme  pendropingan minyak ke tangan pengecer.


    Dia menambahkan, Disperindag Kabupaten Ende juga meminta masyarakat untuk melaporkan pengecer yang menjual minyak tanah di atas HET dan membawa buktinya. Disperindag segera menemui pengecernya dan mencabut izin atau rekomendasi penjualan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.