• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 19 Juni 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Diduga, Beras Oplosan Beredar di Ende
    ALEX | Jumat, 29 Mei 2015 | 12:44 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Diduga,
    Wakil Bupati Ende, H. Djafar Achmad saat melalukan sidak beberapa hari lalu

     

    Ende, Flobamora.net - Wakil Bupati Ende, H. Djafar Achmad menduga saat ini banyak beras oplosan beredar di Ende, pascapelaksanaan sidak beberapa waktu lalu. Beras oplosan tersebut sempat ditemukan di salah satu gudang milik distributor.

     

    Ditemui di Ende, Jumat (29/5) Wabup Djafar mengatakan, pihaknya mendorong kepolisian untuk segera memproses temuan beras yang ditemukan saat sidak beberapa hari lalu.

     

    “Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperidag) untuk segera meneliti lebih lanjut temuan beras oplosan dan melakukan sidak terhadap distributor lain di Ende,” katanya.

     

    Menurutnya, perbuatan menjual beras oplosan atau beras yang dicampur jenisnya merupakan perbuatan melawan hukum karena merugikan konsumen atau masyarakat.


    "Bayangkan saja, isinya standar dan mungkin kualitas buruk, sementara kemasannya beras super atau label beras berkualitas.Ini yang kita sayangkan. Kita akan dorong polisi untuk segera tangani kasus itu," ujarnya.

     

    Terkait beras oplosan juga diakui Sekretaris Jendral Pusat Advokasi dan Kajian Masyarakat (PUSAM) Indonesia, Oscar Vigator Wolo. Dia mengatakan, beras oplosan diduga masih ada di tangan distributor maupun pengecer.

     

    Mantan aktivis PMKRI Cabang Bali ini berharap, pihak kepolisian melakukan bertindak tegas terhadap praktek penjualan beras oplosan yang jelas melanggar hukum dan konsumen atau masyarakat sangat dirugikan.

     

    Seperti diberitakan sebelumnya, saat melakukan sidak di Pasar Mbongawani, Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad menemukan keberadaan beras oplosan di Toko Mega Jaya.

     

    Temuan ini menunjukkan, pemilik beras memasukkan beras lokal dari Mbay ke dalam kemasan atau label yang didatangkan dari Surabaya sehingga terkesan seperti beras dengan kualitas super.

     

    Anggota polisi dari Polres Ende membawa satu karung beras sebagai barang bukti.

     

    Pemilik Toko Mega Jaya, Subroto, membenarkan pihaknya memasukkan beras dari Mbay ke dalam karung atau kemasan yang didatangkan dari Surabaya. Beras dari Mbay dikemas ke dalam karung ukuran 20 kg serta dijual dengan harga Rp 180 ribu per karung "Tidak ada maksud apa-apa. Ini hanya mempermudah pengemasan," ujarnya.

     

    Subroto mengatakan, apabila tindakan yang dilakukannya dinilai salah, maka pihaknya siap menghentikan tindakan tersebut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.