• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Opini
     
    Menggugat `Provinsi Flores`
    GERVAS RADO | Minggu, 31 Mei 2015 | 13:29 WIB            #OPINI

    Menggugat
    Gervas Rado

     

    FLORES, Nusa Bunga atau dalam bahasa lain Nusa Nipa, adalah salah satu pulau indah dan penting, bukan saja hanya untuk Flores sendiri, tetapi untuk Nusa Tenggara Timur dengan sebutan Flobamora, bahkan untuk Indonesia dengan sejarah kehadiran presiden pertama Soekarno dan lahirnya PANCASILA sebagai dasar Negara Indonesia.

     

    Akhir-akhir ini isu bahkan “perjuangan” sebagian orang untuk menjadikan Flores menjadi provinsi, terpisah dengan NTT terus menggelinding, dengan berbagai alasan pembenaran mulai pelayanan publik lebih dekat, sumber dana pembangunan lebih banyak, lapangan pekerjaan akan bertambah dan seterusnya.

     

    Apakah alasan ini menjadi alasan utama tanpa embel-embel? Tunggu dulu….!

     

    Mari kita mencoba mengingat kembali, soal pemekaran ini dengan berbagai pertimbangan logis, yang tidak mengada-ngada. Apakah pemekaran ini manfaatnya luar biasa? TIDAK….. malah membuat daerah yang dimekarkan menjadi terpuruk….

     

    Garis besarnya: Bahwa Pemekaran di Indonesia oleh pemerintah pusat dalam berbagai publikasi, bahwa nyaris 90% GAGAL. Itu bahkan pada daerah-daerah dengan sumber daya alam yang besar alias kemampuan untuk mandiri lebih besar dibanding Flores.

     

    Fakta, begitu banyak kepala daerah atau bisa disebut “raja-raja” baru sebagai penguasa, masuk kotak KPK dengan gelar Koruptor. Perlu diingat, NTT termasuk Flores dalam ranking korupsi, merupakan daerah paling Korup.

     

    Alasan soal pelayanan? Jaman ini jaman online, internet dan lain-lain, maka alasan itu menjadi tdk berdasar, apalagi otonomi kabupaten begitu besar dibanding provinsi yang hanya perpanjangan tangan pemerintah pusat.

     

    Lapangan pekerjaan? Ya, hanya penambahan sekian persen PNS baru, dan itu tidak “mendidik”, kalau orang hanya diberi angin surga PNS, yang tidak signifikan.

     

    P4F dan Rebutan Ibukota “Provinsi Flores”

     

    Tanda-tanda akan makin buruknya Flores nanti adalah “sentimen primordial”.

     

    Kita harus membedah, mungkin pendapat ini bisa salah, tetapi jangan anggap remeh dulu, jangan sampai kita terlanjur abu baru bingung menata kembali.

     

    Bukan pesimis bahwa kita tidak bisa membangun bersama, tetapi isu primordial akan sangat menarik dan sangat mudah untuk diangkat nantinya.

     

    Bagaimana dengan NTT yang sedang kita jalani? Isu kekuasaan, dalam hal kesukuan, yang akan kita hadapi hanya isu “Flores vs Timor dan vs Sumba”, tiga pulau besar.

     

    Bagaimana kalau Flores? Mama Mia… Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flotim dan Lembata. Setidaknya minimal enam sampai tujuh komponen besar yang akan bertarung, demi atas nama “primordial”. Buat saya ini mengerikan!

     

    Untuk saat ini saja, kita angkat saja soal pariwisata. Mengapa kita tidak bisa bangun bersama? Virus inilah yang menyulitkan kita. Komodo, itu urusan Manggarai Barat/Manggarai umumnya, Bena, itu urusan orang Ngada, Kelimutu, itu urusan orang Ende
    Penangkapan Paus, itu urusan orang Lembata dan seterusnya… Kita belum pada tingkat membangun dan bersinergi bersama, kecuali beberapa pemerhati yang dengan caranya sendiri bisa melakukannya.

     

    Bagaimana dengan P4F

     

    Mengapa muncul dari ujung barat di pulau kita tercinta? Kalau tidak salah, organisasi ini muncul setelah kemenangan Gubernur Lebu Raya untuk memimpin NTT. Dan dalam banyak wacana yang diangkat, politisnya sangat kental dibanding berpikir agar Flores menjadi lebih baik.

     

    Kehadiran P4F ini pun unik, mereka menawarkan warga Flores lewat Facebook, untuk menjadi admin atau pengurus di pelosok manapun, dan saya termasuk yang tidak tertarik meski ada yang menawarkannya.

     

    Saya iseng membuka website, sebuah data statistik dari SIPID-Regional Investmen: Mencoba untuk meneropong soal jumlah penduduk. Karena website ini hanya mengunggah data terakhir tahun 2012, maka tahun dapat kita jadikan data yang valid. Berikut jumlah penduduk Flores masing-masing Kabupaten:

    Manggarai Bara (263.604), Manggarai (307.140), Manggarai Timur (263.786) Total Manggarai Raya ( 834.530),  Ngada (148.969), Nagekeo (135.419), Ende (267.262), Sikka (309.074), Flores Timur (241.053) Total Non Manggarai Raya (1.101.777). Total penduduk Fores (1.936.307).

     

    Dari angka-angka ini, kita bodoh-bodohan menghitung kalkulasi kekuasaan yang menjadi target. Jumlah penduduk Manggarai Raya adalah 834.530 . Maka kalau dihitung secara prosentase dari jumlah seluruh penduduk Flores, Jumlah Penduduk Manggarai Raya adalah 43,099 %.

     

    Angka yang sangat mudah untuk merebut provinsi 1 dan 2 satu paket, yang hanya membutuhkan 30% suara. Hitungan yang tidak perlu kalkulasi rumit, cukup mengangkat isu suku/daerah, pertarungan merebut kekuasaan pun selesai.

     

    Saya tidak alergi dengan daerah Manggarai, karena hidup saya berada dalam lingkungan saudara-saudara Manggarai, bahkan saya pernah berkegiatan di Manggarai, tetapi pesan yang paling penting:

     

    JANGAN SAMPAI “PROVINSI FLORES” HANYA UNTUK KEPUASAN NAFSU KEKUASAAN SEBAGIAN ELITE.

     

    Salam Flobamora

     

    *) Penulis adalah warga Flobamora di Surabaya 


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.