• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pembangunan Dermaga Fery Nangakeo Diduga Bermasalah
    ALBERTUS | Sabtu, 13 Juni 2015 | 11:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pembangunan
    Dermaga Fery Nangakeo, Kabupaten Ende

     

    Kupang, Flobamora.net - Pembangunan dermaga penyeberangan untuk kapal Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Nangakeo, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak diresmikan pada tahun 2008 lalu hingga kini tidak dapat dipergunakan. Diduga proses pembangunannya bermasalah.

     

    Hal itu disampaikan Ketua Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus melalui siaran persnya, Jumat, (12/6).

     

    Menurutnya, Pembangunan dermaga feri Nangakeo, Ende dengan menghabiskan dana APBN sebesar Rp 21 miliar lebih dan hasil pekerjaan itu tidak dapat dipergunakan karena kapal feri tidak bisa sandar.

     

    "Posisi Dermaga Fery Nangakeo tidak aman untuk kapal feri bersandar dan saat ini sudah rusak sebelum digunakan. Hal itu merupakan kasus yang harus diambil alih oleh penyidik Kejaksaan Tinggi atau Tipikor Polda NTT," katanya.

     

    Dia mengatakan, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana puluhan miliar rupiah untuk membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Ende, namun kini tinggal kenangan saja. "Saya berharap penyidik Kejati NTT dan Tipikor Polda NTT segera melakukan pemeriksaan para pejabat yang terlibat dalam proses pembangunan dermaga itu," pinta Petrus Salestinus.

     

    Dia memaparkan, masyarakat mengeluhkan manfaat dermaga yang dikelola oleh Dinas Perhubungan NTT itu karena dinilai amat membahayakan bagi proses bongkar muat penumpang dan barang, maupun kendaraan, lantaran goncangan feri saat bersandar amat keras akibat hempasan gelombang yang keras.

     

    "Posisi dermaga itu tidak aman. Yang kami khawatirkan kalau kendaraan penumpang rusak karena benturan dengan bodi kapal, atau penumpang terluka karena terjatuh akibat goyangan keras, siapa yang harus bertanggung jawab. Sementara hal itu disebabkan oleh faktor alam karena posisi dermaga kurang tepat, tidak sesuai dengan harapan," jelasnya.

     

    Kami mengharapkan, dermaga tersebut diubah posisinya, tak lagi searah dengan garis atau bibir pantai yang mengarah ke sebelah timur, melainkan ujung dermaga menghadap ke selatan. Pasalnya, tiupan angin dan gelombang di perairan setempat amat ganas.

     

    "Dengan posisi dermaga menghadap ke timur (menyamping), ketika dihempas alun goyangan feri terasa keras, sehingga feri akan terombang-ambing ke kanan dan ke kiri. Namun apabila posisi dermaga dibangun menghadap ke selatan (laut lepas), meski gelombang besar, gerakan feri hanya ke atas dan bawah, seperti kepala yang mengangguk-angguk," katanya.

     

    Kepala Dinas Perhubungan NTT, Richard Djami yang dihubungi terpisah menyatakan, belum mengetahui persoalan dermaga Nangakeo itu. "Saya belum mengetahui persoalan itu, saya malah baru dengar saat ini dari wartawan. Karena sejak perencanaan pembangunan dermaga tersebut sudah melalui perhitungan yang matang. Dan sampai saat ini saya juga belum mendapat laporan resmi,” katanya.

    Kalau memang ada usulan dermaga direnovasi, tambahnya, mestinya ada laporan tertulis, sehingga pihaknya dapat menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengkajian, apakah memang perlu dermaga itu perlu diperbaiki atau tidak.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.