• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Juni 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Dinas Perhubungan NTT Baru Lakukan Survei Lokasi Bandara Adonara
    ALBERTUS | Rabu, 17 Juni 2015 | 11:53 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Dinas
    Kepala Dinas Perhubungan NTT, Richard Djami

     

    Kupang, Flobamora.net - Dinas Perhubungan NTT sampai saat ini baru melakukan  survei terhadap tiga lokasi yang akan dibangun Bandara di Adonara, Flores Timur, menyusul adanya rencana pemerintah pusat  membangun bandara di  wilayah itu.

     

    “Lewobuto adalah satu dari tiga lokasi yang sudah ditinjau beberapa waktu lalu.Nanti setelah ada lahan yang pasti, baru kita koordinasi dengan Pemkab Flores Timur untuk pembebasan lahan dan melakukan beberapa kegiatan teknis lainnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Richard Djami di Kupang, Rabu (17/6).

     

    Menurutnya, hasil survei dari ketiga lokasi tersebut akan diserahkan ke Kementerian Perhubungan, setelah itu baru dilakukan pembicaraan tentang pembebasan lahan. Tidak mungkin, saat ini lakukan survei bersamaan dengan pembebasan lahan.

     

    Menjawab wartawan  terkait  penolakan Suku Lamabelawa Kole  yang meminta Pemerintah Provinsi NTT) dan Pemerintah Kabupaten  Flores Timur untuk segera menghentikan survei di tanah suku mereka untuk pembangunan Bandara, Richard mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemkab setempat.

     

    Sebelumnya, Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur, Anwar Pua Geno mendesak pemerintah provinsi setempat untuk menghentikan rencana pembangunan Bandara Adonara yang saat ini sedang dalam proses survei.

     

    “Rencana pembangunan bandara tersebut harus segera dihentikan karena adanya penolakan dari sejumlah komponen masyarakat pemilik tanah di lokasi,” katanya kepada wartawan menyikapi surat penolakan dari komponen masyarakat Adonara di Kupang, Selasa (16/6).

     

    Anwar mengakui, dirinya baru mengetahui rencana pemerintah membangun Bandara Adonara setelah adanya surat masuk dari masyarakat pemilik tanah yang menolak rencana pemerintah dimaksud.

     

    Menurutnya, sebelum terlambat, sebaiknya pemerintah terlebih dahulu menghentikan aktivitas yang sedang dilaksanakan terkait pembangunan bandara.

     

    “Jangan sampai pemerintah terus memaksakan kehendak, pada akhirnya muncul permasalahan baru. Apalagi berbicara soal lahan di Adonara sangat rumit, sehingga pemberhentian dan surat penolakan tersebut harus segera ditanggapi,” pungkasnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.