• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Februari 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kajati dan Kapolda NTT Diminta Periksa Bupati Alor
    ALBERTUS | Jumat, 19 Juni 2015 | 11:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kajati
    Para pengunjuk rasa Forum Anti Korupsi (FAK) Kabupaten Alor

     

    Kupang, Flobamora.net - Puluhan Pemuda yang tergabung dalam Forum Anti Korupsi (FAK) Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis, (17/6) petang, melakukan aksi demonstrasi di depan halaman Mapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kejati NTT.

     

    Mereka menuntut Kapolda, Brigjen Pol. Endang Sunjaya dan Kejati NTT, John W Purba, segera memeriksa Bupati Alor, Amon Djobo atas dugaan kasus manipulasi data pengangkatan tenaga honorer K2 dan memo untuk pengusaha mengerjakan proyek serta Eny Anggrek salah satu pengusaha di Kalabahi.

     

    FAK juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT segera memanggil Kepala Kejaksaan Negeri Kalabahi untuk mempertanyakan perkembangan kasus gratifikasi yang diduga dilakukan Bupati Alor yang proses hukumnya masih terkatung-katung hingga saat ini.

     

    Selain itu, FAK mendesak pihak Kejaksaan Tinggi NTT untuk segera menetapkan status Eny Anggrek sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Wolibang, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

     

    Koordinator aksi, Abdullah dan Lamboan Djahamou, dalam orasinya mengatakan, korupsi adalah benalu sosial yang merusak struktur pemerintahan dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan serta pembangunan pada umumnya, khususnya menghambat pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Alor.

     

    “Para koruptor memakai uang sebagai standar kebenaran dan sebagai kekuasaan mutlak. Akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang berkelebihan uang bisa masuk kedalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati,” kata mereka.

     

    Menurut mereka, untuk memberantas korupsi dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mendobrak dan merobohkan pilar-pilar korupsi yang menjadi penghambat utama lambatnya pembangunan ekonomi di Kabupaten Alor, NTT bahkan di Indonesia.

     

    Oleh karena itu, Lamboan, meminta kepada Kapolda NTT, Brigjen Pol. Endang Sunjaya agar segera menyelesaikan kasus hukum di Kabupaten Alor yang masih mengendap.

     

    “Korupsi kini telah menjadi wabah yang tidak pernah selesai karena penyelesaian korupsi saat ini hanya menjadi komoditi politik, bahan retorika ampuh untuk menarik simpati. Kami mendukung Polda NTT menumpas koruptor di Kabupaten Alor,” katanya.

     

    Lamboan, mengatakan, banyak sekali kasus di Kabupaten Alor yang telah dilaporkan ke apara penegak hukum, namun hingga saat ini belum diproses secara tuntas oleh pihak kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Kalabahi.

     

    Sebagai bukti Bupati Alor diduga telah memanipulasi data 150 tenaga honorer K2 untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), telah diserahkan kepihak Polda NTT. Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum ditangani. “Semua bukti sudah kami serahkan ke pihak Polda NTT, tetapi kenapa hingga kini belum diproses,” tegasnya.

     

    Setelah melakukan aksi di depan halaman Polda NTT, masa juga melakukan long march menuju kantor Kejaksaan Tinggi NTT di jalan Polisi Militer. Aksi tersebut berjalan aman dan tertib dengan dikawal ketat aparat kepolisian Polres Kupang Kota.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.