• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 April 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kasus Dugaan KKN, Ibi Riti Siap jadi Tersangka
    ALBERTUS | Selasa, 23 Juni 2015 | 13:40 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kasus
    Kepala Biro (Karo) Humas Setda NTT, Lambert Ibi Riti, saat diperiksa tim Kejati NTT, Selasa (23/6). (Foto : Joey Rihi Ga)

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Biro (Karo) Humas Setda NTT, Lambert Ibi Riti mengaku siap, jika Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan KKN kerjasama media dengan Biro Humas.

    Penegasan ini disampaikan Lambert Ibi Riti usai diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTT diruang kerjanya, Selasa (23/6). “Kalau memang jadi tersangka saya siap,” tegas Ibi Riti.

    Dia mengatakan, dalam kasus dugaan KKN yang dituduhkan kepada dirinya oleh Aliansi Wartawan Peduli APBD NTT terkait kerjasama media, pihaknya siap menghadapi dengan airf dan bijaksana.

    “Saya hadapi dengan arif dan bijaksana karena selama ini saya tidak tuntut balik teman-teman wartawan. Bahkan, saya tidak pernah mengajak teman-teman untuk bertemu. Saya sudah siap hadapi semua ini,” ujar Ibi Riti.

    Ditanya apakah dirinya merasa tidak nyaman dengan persoalan yang dihadapai, Ibi Riti dengan tegas mengatakan, dia tetap santai menghadapi kasus ini. “Coba lihat apakah ada perubahan dari roman muka Karo Humas,” ujar Ibi Riti sambil tersenyum kecut.

    Penyidik kejaksaan Tinggi NTT, Ridwan Ansar didamingi ketua tim penyidik Sherly Manutede kepada wartawan mengatakan kedatangan penyidik ke Biro Humas NTT untuk mencocokkan data terkait laporan yang masuk.

    “Jadi kita datang untuk mencocokkkan data. Kami belum melakukan penyitaan karena belum pro justicia,” kata Ridwan.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT), John W Purba memberikan deadline atau batas waktu bagi tim penyidik selama 30 hari untuk segera menyelesaikan kasus dugaan Korupsi Kolusi, Nepotisme (KKN) yang diduga dilakukan Kepala Biro Humas Setda NTT, Lambert Ibi Riti.

    “Saya beri waktu selama 30 hari buat tim penyidik Kejati selesaikan kasus dugaan KKN di Biro Humas Setda NTT,” kata John Purba kepada wartawan, Senin, 22 Juni 2015.

    Dia mengaku telah meneliti laporan dari Aliansi wartawan peduli APBD NTT terkait dugaan KKN yang dilakukan kepala biro Humas tersebut senilai Rp 900 juta. Dari penelitian itu, maka Kejati NTT telah membentuk tim penyidik yang diketuai Sherly Matutede.

    Dia juga telah mengingatkan kepada tim penyidik agar serius menuntaskan kasus dugaan KKN itu. “Saya tegaskan agar penyidik tidak main-main dengan kasus ini. Saya tidak peduli siapa orangnya,” tegas John.

    Menurut dia, setelah deadline waktu yang diberikan kepada tim penyidik selama 30 hari itu diselesaikan, pihaknya akan segera mengeluarkan Surat perintah penyidikan (sprindik) kepada Karo Humas Setda NTT.

    Kepala Biro Humas Setda NTT Lambert Ibi Riti dilaporkan aliansi wartawan peduli APBD NTT terkait dugaan KKN dana media sebesar Rp 900 juta. Berdasarkan data yang ada, media yang menerima dana bantuan pemerintah itu yakni TVRI Kupang sebesar Rp 141 juta, Sindo TV Rp 115 juta, AFB TV Rp 95 juta, Radio Swara Timor Rp 61 juta, Radio Suara Kupang Rp 34,5 juta, Radio Kaisarea Rp 39 juta.

    Kemudian, Tabloid Kabar NTT Rp 56 juta, Radio Suara Kasih Rp 34,5 juta, Tabloid Fortuna Rp 70 juta, Tabloid Likurai Rp 40 juta dan LPP RRI Rp 25 juta.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.