• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemprov NTT Tidak Serius Tangani Masalah Gizi Buruk
    ALBERTUS | Sabtu, 27 Juni 2015 | 10:38 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemprov
    Ketua Komisi I DPRD NTT, Kasintus Proklamasi Ebu Tho

     

    Kupang, Flobamora.net - Ketua Komisi I DPRD NTT, Kasintus Proklamasi Ebu Tho, menilai pemerintah daerah setempat sangat tidak serius menangani masalah gizi buruk di daerah ini karena jumlahnya terus bertambah sejak tahun 2014 lalu.

     

    “Kami amat menyayangkan itu. Dalam kurun waktu dua tahun berlakangan, sudah banyak anak NTT menderita kurang gizi dan gizi buruk.Bahkan belasan anak yang sudah meninggal dunia,” kata Ebu Tho kepada Flobamora.net, Sabtu (27/6).

     

    Dia juga menyayangkan, dana Rp 2 miliar yang dilakosikan untuk menangani masalah gizi bagi anak-anak dan Balita di NTT belum dimanfaatkan oleh dinas kesehatan setempat, apalagi jika dikaitkan dengan revolusi kesehatan ibu dan anak (KIA) yang didengung-dengungkan selama ini.

     

    Dewan, katanya, meminta pemerintah daerah harus lebih serius menangani masalah kurang gizi dan gizi buruk tersebut, Sebab, jika tidak segera ditangani korbannya akan bertambah.

     

    “Dari sisi anggaran, sebetulnya bisa terselesaikan. Bahkan, setiap tahun anggaran untuk mendukung revolusi KIA dinaikkan. Sangat disayangkan, jika dana yang ada tidak bisa dimanfaatkan,” tandasnya.   

     

    Menurut dia, pemerintah provinsi harus punya komitmen untuk menangani masalah tersebut, bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota dan memanfaatkan petugas lapangan di Puskesmas atau Puskesmas Pembantu.

     

    Dia menambahkan, dulu waktu ada kerja sama dengan GTZ Jerman dan AusAid Australia banyak anak NTT yang terbantu dari masalah kekurangan gizi. Lima tahun belakangan kondisinya kembali terpuruk.

     

    “Kita dorong pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama dengan negara luar agar bisa membantu mengatasi masalah yang kita hadapi seperti kesehatan, karena akan mendorong pembangunan sumber daya manusia,” urainya.

     

    Dia meminta pemerintah daerah khususnya intansi terkait mengalokasikan dana khusus untuk program makanan tambahan dan menghidupkan kembali posyandu di desa serta kelurahan.        

     

    “Sebagai anggota dewan, kami meminta agar dana Rp 2 milar yang sudah dialokasikan harus dimanfaatkan untuk menangani masalah gizi anak-anak dan Balita di NTT. Ironis sekali, dana tersebut harus dipending. Padahal masalahnya sudah sangat serius,” pungkas Mantan Wakil Ketua DPRD NTT ini.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.