• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Masjid Ini Serahkan Dana untuk Gereja yang Jadi Korban Vandalisme
    ANA DEA | Senin, 29 Juni 2015 | 08:45 WIB            #INTERNASIONAL

    Masjid
    Ilustrasi

     
    MISSISSAUGA - Sebuah masjid di kota Mississauga, Kanada, mendonasikan dana 5.000 dollar kepada sebuah gereja Katolik yang lokasinya saling berdekatan, setelah gereja tersebut menjadi korban vandalisme.

    Begitu mendengar kabar dari media, imam masjid yang juga pemimpin Sayeda Khadija Centre, Hamid Slimi langsung mendatangi gereja St. Catherine. Sang imam terkejut saat Pastor Camillo Lando menunjukkan beberapa aksi vandalisme yang terekam dalam kamera CCTV.

    “Itu adalah perilaku yang sangat buruk dan tidak terpuji. Saat saya melihat itu, saya berpikir itu adalah tindakan yang tidak dibenarkan,” ujar Slimi sebagaimana dikutip dari The Star, Minggu (28/6/2015).

    Setelahnya, Slimi kemudian berbicara dengan anggota komunitas muslim pada sebuah shalat Jumat terkait insiden yang menimpa gereja Katolik yang lokasinya bertetanggaan itu. Dalam waktu singkat, dia berhasil mengumpulkan dana sebesar sekitar 5.000 dollar AS.

    “Saya beritahukan kepada komunitas muslim kami, bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan (kecuali memberikan dana bantuan). Gereja membutuhkan dana untuk perbaikan. Kami percaya bahwa tidak ada diskriminasi dalam memberikan sumbangan dan tidak menjadi masalah, siapapun penerimanya,” kata Slimi.

    Bulan lalu, CCTV gereja tersebut merekam aksi perusakan yang dilakukan oleh seorang pria. Kejadian berlanjut di hari selanjutnya, yakni pelaku melakukan aksi corat-coret dengan grafiti pada properti gereja.

    Polisi setempat lantas menangkap Iqbal Hessan (22), dengan tuduhan melakukan perusakan dan masuk tanpa izin.

    Setelah melakukan penyelidikan mengenai kesehatan mental pelaku, polisi memutuskan tidak akan memproses Iqbal dengan sangkaan kriminal yang didasarkan kebencian. "Karena di sana tidak ada bukti ada maksud tertentu," ujar juru bicara otoritas setempat, Fiona Thivierge.

    Sementara itu orang tua Iqbal Hessan menuturkan anaknya menderita schizophrenia yang membuat kondisi emosinya tidak stabil. Namun, Iqbal Hessan tetap akan disidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    Bagaimanapun, insiden tersebut membuat para jemaat gereja St. Catherine terkejut. Pastor Lando memperkirakan kerugian akibat insiden itu mencapai 10.000 dollar AS dan peralatan ibadah butuh segera diganti. Namun, dia meminta agar seluruh jemaat memaafkan pelaku.

     

    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.