• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Tawa Terakhir Ester dan Rita Sebelum Naik Hercules Naas Itu...
    ANA DEA | Rabu, 01 Juli 2015 | 09:37 WIB            #NASIONAL

    Tawa
    Keluarga korban berada di Rumah Sakit Adam Malik, pasca-peristiwa jatuhnya pesawat Hercules C-130 TNI AU yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, 30 Juni 2015. Pesawat itu jatuh dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo pukul 12.08 ketika hendak menuju Tanjung Pinang. AFP PHOTO / ATAR

     

    FLOBAMORA.NET - Minta Pitauli br Situmeang tak bisa menahan tangisnya mengenang dua keponakannya. Baru saja mengantar keduanya ke Lanud Soewondo untuk terbang menumpang pesawat Hercules TNI AU, tak lama kemudian, ia mendapat kabar bahwa pesawat itu jatuh. 

    Keponakan-keponakannya, dua gadis remaja kakak-beradik bernama Ester Yosopin (17) dan Rita Yunita (14), turut dalam penerbangan pesawat Hercules C-130 dengan nomor penerbangan A1310. Mereka diduga turut menjadi korban pesawat yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Simpang Simalingkar, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) siang.

    Isak tangis keluarga Ester dan Rita pun pecah di depan ruang jenazah RSUP H Adam Malik saat mengetahui tidak ada satu pun penumpang pesawat yang ditemukan selamat.

    "Inang.... Mengapalah jadi begini. Baru lagi kalian tertawa-tawa senang di rumahku sebelum berangkat...," ucap Minta Pitauli br Situmeang sembari menangis meronta-ronta. Minta Pitauli Situmeang adalah adik kandung dari ibu dua kakak beradik tersebut.

    Suami Minta Pitauli, Mikael Sirait, menyebut, kedua keponakannya bersekolah di SMA/SMP Santo Ignatius, Jalan Karya Wisata, Medan. Karena liburan sekolah, keduanya hendak pulang ke rumah orangtuanya di Natuna, Kepulauan Riau, dan ikut dalam rombongan pesawat Hercules C-130 tersebut. Ayah Ester dan Rita merupakan petugas Babinsa TNI AD di Natuna.

    "Bapak mereka (Sahata Sihombing) sebelumnya bertugas di Jakarta, terus pindah ke Koramil Natuna. Ibu mereka (Dewi Situmeang) adalah kakak istriku, kandung," ujar Mikael.

    Ia mengatakan, selama ini, dua kakak beradik tersebut tinggal di asrama sekolah. Ester dan Rita adalah anak pertama dan ketiga dari empat bersaudara. 

    "Karena libur, mereka sudah ada satu minggu lebih di rumah kami, dan tadi pagi aku yang mengantarkan mereka ke Polonia (kini Lanud Soewondo)," kata Mikael.

    Saat pertama mendapat kabar, ia mengaku tidak percaya bahwa pesawat TNI AU yang berangkat dari Lanud Soewondo itu jatuh.

    "Aku tahunya ditelepon keluarga juga. Katanya ada pesawat jatuh. Waktu ditelepon, aku enggak percaya karena aku baru saja sampai rumah, di Jalan Sei Asahan. Saat kucek ke bandara, terus kulihat TV, ada siaran kalau pesawat jatuh. Baru aku percaya," katanya.

    "Padahal, tertawa-tertawa kami tadi minum es teh manis dingin di Bandara Lanud. Aduhh.... Inang.... Enggak sangka kalilah jadi begini," ucapnya dengan raut muka sedih.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.