• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 18 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kekeringan di TTS Meluas
    ALBERTUS | Rabu, 08 Juli 2015 | 10:47 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kekeringan
    Wakil Gubernur NTT, Benny Alaxander Litelnoni

     

    Kupang, Flobamora.net - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Benny Litelnoni mengemukakan bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dilaporkan semakin meluas.

    Sebelumnya kekeringan hanya melanda desa-desa di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kualin, namun musibah itu telah meluas ke empat kecamatan lainnya yakni Kuanfatu, Kolbano, Boking, dan Toianas.  

    Benny menilai selama ini pemerintah hanya fokus memberikan bantuan pangan darurat kepada warga di Amanuban Selatan dan Kualin, tetapi mereka tidak tahu kalau kekeringan yang sama juga terjadi di kecamatan di sepanjang pesisir pantai timur Kabupaten TTS.

    "Sebelumnya hanya dua kecamatan yang mendapat bantuan karena kekeringan, sekarang sudah meluas ke enam kecamatan," kata Benny di Kupang, Selasa (7/7) petang.

    Menurut Benny kekeringan yang terjadi di desa-desa di empat kecamatan tersebut sama persis dengan yang terjadi pada lahan pertanian di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kualin sehingga warga di kecamatan tersebut perlu diberi bantuan. Bantuan yang dibutuhkan ialah pompa air untuk mengalirkan air dari sumuer ke kebun dan embung-embung untuk menampung air hujan.


    Saat ini perhatian pemerintah diarahkan ke tujuh desa Amanuban Selatan dan Kualin karena desa-desa itu paling sering diberitakan media massa sejak April 2015. Selama ini ratusan ton bantuan beras dan bahan makanan sudah dikirim kepada warga korban kekeringan yang berjumlah 2.938 kepala keluarga (KK) atau 12.204 jiwa.

    "Jangan fokus bantuan kepada dua kecamatan saja, pemerintah kabupaten harus memberi bantuan untuk enam kecamatan," kata Benny.

    Dia menyampaikan, warga di desa-desa tersebut memiliki mekanisme penyesuaian terhadap krisis pangan seperti menjual ternak untuk membeli beras atau mengonsumsi putak (sari pohon gewang) yang diolah menjadi tepung sebelum digoreng.

    Benny mengakui, warga TTS mengonsumsi putak karena memang kehabisan stokmakanan. Kalau pun masih ada, stoknya hanya sedikit dan sehingga putak menjadi bahan makanan alternatif.

    Empat kecamatan yang dilaporkan kekeringan tersebut diduga luput dari perhatian pemerintah daerah. Kondisi itu yang kemudian mengakibatkan warga korban kekeringan di wilayah itu belum tersentuh bantuan pangan.

     

    Benny minta pemerintah kabupaten setempat mendorong warga untuk menanam sorgum atau tanaman yang tidak banyak membutuhkan air. Setiap tahun, curah hujan di pesisir timur tersebut selalu minim.

    Asisten II Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten TTS Epi Tahun menyampaikan, pemerintah setempat belum menyatakan kekeringan di Kecamatan Kuanfatu, Kolbano, Boking, dan Toianas karena belum adanya laporan resmi baik dari pemerintah kecamatan maupun desa dan juga masyarakat.

    Kendati demikian, pemerintah tetap antisipasi karena wilayah Selatan TTS khsusunya di daerah pesisir pantai memang rawan kekeringan. Pemerintah melakukan upaya antisipasi dengan menyalurkan beras keluarga miskin (Raskin) kepada masyarakat.

    "Kami pemerintah daerah belum nyatakan empat kecamatan itu dilanda bencana kekeringan karena para camat dan kepala desa belum melaporkan secara resmi, tapi kami tetap antisipasi," kata Epi, Rabu (8/7).

    Dia mengakui, kekeringan sedikit meluas namun masih di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kualin. Semula hanya limas desa di dua kecamatan tersebut yang dilaporkan dilanda kekeringan, namun sekarang sudah menjadi delapan desa. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.