• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 Juli 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Presiden Jokowi: Air Masalah Paling Besar di NTT
    ALBERTUS | Minggu, 26 Juli 2015 | 09:34 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Presiden
    Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (25/7)

     
    Kupang, Flobamora.net - Presiden Joko Widido (Jokowi) mengatakan, air merupakan masalah paling besar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua masalah tidak akan selesai kalau tidak ada air.

     

    "Oleh sebab itu, tahun ini akan dibangun tujuh waduk, kita harapkan akan selesai dalam waktu 2-3 tahun," ujar Jokowi di Manusak, Sabtu (25/7).

     

    Selain itu, Presiden Jokowi menambahkan, akan dibangun 100 embung (waduk kecil) dan 1.000 sumur di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), yang saat ini dilanda kekeringan.

     

    Menurut Jokowi, ketersediaan air akan dapat mengatasi berbagai masalah yang ada di Provinsi NTT seperti kekeringan, rawan pangan dan gizi buruk. Selain itu, dapat juga membuka kesempatan lapangan kerja untuk berbagai industri setelah masalah ketersediaan air bersih diselesaikan.

     

    "Kuncinya ada di air. Kalau sudah tersedia air, baru berbicara apa yang mau kita tanam. Tanam jagung bisa, padi ada beberapa wilayah di sini bisa, sorgum juga bisa, tebu juga bisa. Lalu ternak juga bisa," kata Jokowi.

     

    Presiden dalam kunjungan mendadaknya ke Kupang, meninjau perkembangan pembangnan Waduk Raknamo didampingi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

     

    Dia mengharapkan, pembangunan waduk yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 20 Desember 2014 itu dapat diselesaikan pada tahun 2017.

     

    "Semoga pembangunan waduk bisa cepat selesai dan mengairi daerah pertanian di Raknamo ini," tambahnya.

     

    Untuk diketahui, Waduk Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang itu untuk mengatasi permasalahan persediaan air baku bagi ibu kota kabupaten itu di Oelamasi dan mendukung pengembangan daerah irigasi Naibonat.

     

    Di kawasan itu, ada sekitar 2.668 hektare lahan areal potensial untuk dikembangkan menjadi sawah dan lahan eksisting seluas 1.259 hektare, yang hanya menjadi tegalan dan ladang jagung di musim hujan. 

     

    Layanan suplai air baku dari Waduk Raknamo itu akan mencakup Kelurahan Naibonat, Desa Raknamo dan Desa Manusak. Sedangkan areal irigasi juga mencakup tiga wilayah tersebut hingga ke Desa Nunkurus dan beberapa desa sekitarnya.

     

    Waduk Raknamo itu menurut rencana berkapasitas tampung 14,09 juta meter kubik dan penyediaan air bersih untuk ibu kota Kabupaten Kupang 100 liter per detik.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.