• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Satpol PP Sikka Ciduk Empat Warga yang Diduga PSK
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 06 Februari 2014 | 20:31 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Satpol
    Ilustrasi

     

    Maumere, Flobamora.net - Baru tiga hari dilantik menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja di Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang da Cunha langsung melakukan gebrakan.

     

    Bersama sejumlah aparat Polisi PP lainnya, da Cunha melakukan operasi di Hotel Bogor, Kamis (6/2) siang. Dalam operasi ini Satuan Pol PP menciduk empat orang warga yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK). Para PSK langsung dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

     

    Da Cunha yang dihubungi di kantornya mengatakan operasi ini sebagai bentuk pngendalian terhadap penyakit masyarakat yang sering mewarnai kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Sikka. Empat warga itu, katanya, melanggar Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pasal 26 ayat 2 pada perda itu menyebutkan setiap orang atau badan hokum dilarang memberi kesempatan untuk berbuat asusila.

     

    Menurutnya, operasi itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Hotel Bogor kerap terjadi praktik-praktik prostitusi terselubung. Berkat informasi itu pihaknya langsung melakukan razia dan menjaring empat orang warga yang diduga PSK. Mucikari dari empat orang ini, lanjutnya sempat melarikan diri saat melihat aparat Polisi PP. “Dia sedang berbicara dengan seorang pria, kita duga sedang negosiasi harga. Waktu lihat kami keduanya langsung kabur,” jelasnya.

     

    Di Kantor Satpol PP warga yang diduga PSK ini langsung diinterogasi. Mereka diminta untuk beralih profesi. Sebagai langkah awal, keempat orang ini membuat surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan praktik prostitusi. Jika ditemukan melakukan hal yang sama, keempatnya akan diproses secara hukum.

     

    Keempat orang ini pun diambil identitas diri mereka, dan mengisi surat pernyataan. Mereka pun menandatangani surat pernyataan, dan siap diproses jika ketahuan melakukan hal yang sama.  

     

    Keempat warga yang dicuk tersebut, masing-masing MS dari Manggarai yang berdomisili di Kelurahan Wailiti, AN dari Surabaya yang berdomisili di belakang Kantor Kelurahan Kota Uneng, WT dari Jember dan AG dari Banyuwangi yang berdomisili di Kelurahan Hewuli. Rata-rata mereka sudah lebih dari satu tahun berpraktik prostitusi di Hotel Bogor.

     

    WT yang dikonfirmasi flobamora.net menerangkan setiap harinya mereka ke Hotel Bogor untuk menerima tamu. Awalnya dia mengaku hanya sebagai tukang pijat saja. Namun akhirnya berterus terang dia dan kawan-kawannya sering melayani tamu untuk hubungan seksual. “Di situ kami ada 8 orang. Hari ini 4 orang tidak masuk,” tuturnya.

     

    Da Cunha mengatakan pihaknya akan terus melakukan operasi pada sejumlah tempat yang diduga juga sering melakukan praktik protitusi terselubung. Dia mengaku sudah mengantongi nama sejumlah tempat terebut.

     

    Selain praktik-praktik prostisusi, da Cunha juga akan melakukan razia terhadap para pelajar yang tidak sekolah dan berkeliaran di tempat-tempat umum. Ke depan dia juga akan melakukan operasi terhadap PNS yang tidak berkantor dan melakukan aktifitas lain pada jam dinas.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.