• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 12 Desember 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Ratusan Perempuan Kanada Gelar Protes Tanpa Baju
    RISKY ALBERTO | Minggu, 02 Agustus 2015 | 13:56 WIB            #INTERNASIONAL

    Ratusan
    Pawai tersebut berlangsung sehubungan dengan insiden yang melibatkan tiga saudari, yakni Tameera, Nadia, dan Alysha Mohamed.

     

    Ontario - Ratusan perempuan Kanada menggelar protes sembari bertelanjang dada setelah tiga perempuan bersaudara diduga dihentikan polisi karena bersepeda tanpa memakai baju.

     

    Pawai bertajuk ‘Buka baju bersama kami’ berlangsung di Kota Waterloo, Negara Bagian Ontario, Kanada. Para demonstran yang mengikuti pawai juga membawa beragam spanduk bertuliskan kata-kata seperti, ‘Itu payudara, bukan bom. Santai sajalah’ dan ‘Bugil bukanlah seksual’.

     

    Pawai tersebut berlangsung sehubungan dengan insiden yang melibatkan tiga perempuan bersaudara, yakni Tameera, Nadia, dan Alysha Mohamed.

     

    Mereka bersepeda sambil membuka baju di Kota Kitchener yang berdekatan dengan Kota Waterloo. Ketiganya mengatakan seorang polisi kemudian menghentikan mereka dan menyuruh mereka berpakaian.

     

    Namun, ketika mereka menanyakan kepada sang polisi, dia mengatakan mereka dihentikan karena alasan keamanan bersepeda.

     

    Aksi polisi tersebut membuat ketiga perempuan bersaudara itu mengajukan keluhan resmi. Alysha, salah satu kakak beradik, berkilah mereka membuka baju karena hari itu adalah hari yang panas.

     

    ”Saya pikir orang-orang tidak akan terlalu terganggu dengan payudara perempuan. Kami hanya ingin mengadvokasi dan membuat orang paham bahwa mereka punya hak,” ujarnya.

     

    Peraturan di Ontario menegaskan perempuan berhak telanjang dada di muka umum. Peraturan itu diluncurkan setelah Pengadilan Banding meloloskan permohonan Gwen Jacobs, seorang perempuan yang dihukum karena membuka baju pada 1996 silam.

     

    Pengadilan itu menyatakan aksi Jacobs kala itu ‘tidak menurunkan derajat dan martabart manusia’.***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.