• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bupati Yosni Dihadirkan Sebagai Saksi Pekan Depan
    ALBERTO | Jumat, 07 Februari 2014 | 14:23 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bupati
    Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin

     
    Kupang, Flobamora.net - Menurut rencana, pekan depan, Bupati Flores Timur (Flotim), Yoseph Lagadoni Herin atau Yosni Herin akan dihadirkan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagai saksi sebelum pemeriksaan terdakwa yang dijadwalkan dua pekan mendatang.

    “Memang kita rencanakan akan menghadirkan Bupati dalam persidangan di pengadilan Tipikor Kupang, pada Rabu, 12 Pebruari 2014. Dia dihadirkan sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait pungutan uang  Rp 1 juta per desa di Flotim itu,” kata jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Pungli Flotim, Bambang S di Kupang, Jumat (7/2) .

    Menurut Bambang, setelah pemeriksaan sejumlah kepala desa dan beberapa staf dari Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), selaku JPU mereka menganggendakan akan menghadirkan Bupati untuk didengarkan  keterangan terkait kasus itu.

    Sebelumnya, Sidang kasus dugaan korupsi dengan modus pemungutan uang sebesar  Rp 1 juta/desa di kabupaten Flores Timur (Flotim) yang dikenal dengan nama pungli,  terus berjalan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

    Pada sidang Rabu, 5 Pebruari 2014, empat saksi dihadirkan untuk didengar keterangnnya. Keempat saksi itu berasal dari kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Flotim diantaranya Simon Soge, selaku Kasubag Keuangan BPMD Flotim.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Neger (kejari) Larantuka, Bambang S. Kepada wartawan di pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (5/2) menjelaskan saksi dari kantor BPMD Flotim itu merupakan empat dari 11 saksi yang disiapkan dari instansi pemungut uang tersebut.

    “Hari ini kita hadirkan empat saksi dari Kantor BPMD Flotim. Saksi-saksi dari kantor itu berjumlah  sebelas orang, dan hari ini baru diperiksa empat orang terdiri dari dua laki-laki ndan dua perempuan,” katanya.

    Dia menjelaskan, hingga saat ini siding masih seputar mendengarkan keterangan para saksi. Sudah tujuh saksi yang diperiksa yakni para kepala desa di Flotim, dan hari ini ditambah 4 saksi dari kantor BPMD, sehingga jumlah saksi yang sudah diperiksa sebanyak  orang.

    “Saksi dari BPMD itu adalah saksi yang berada dalam tim yang turun ke desa-desa melakukan pemungutan uang tersebut. Karena itu mereka mengakui dengan jujur bahwa mereka yang turun ke desa-desa untuk memungut uang sebesar Rp  juta per desa," tuturnya.

    Sementara tujuh saksi dari kepala desa itu, lanjutnya,mereka juga mengakui kalau mereka menyetor uang itu kepada petugas yang datang dari BPMD.  Dan merea juga mengakui kalau uang itu sudah dikembalikan setelah munculnya masalah terkait pungutan itu.

    “Mereka terutama para kepala desa mengakui menyerahkan uang itu kepad petugas dari DMPD Flotim, dan mereka juga mengaku sudah menerima pengembalian uang. Dalam kasus ini kita tidak melihat pengembalian uang itu, tetapi kita melihat proses pungutan itu. Mau uang kembali atau tidak itu bukan urusan kami, kami konsentrasi pada proses pemungutan uang itu,” katanya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.