• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 26 April 2018

     

     
    Home   »  Opini
     
    Ilham Dari Jokowi dan Ahok (Permenungan Menyambut 70 Tahun Indonesia Merdeka)
    YOSS GERARD LEMA | Minggu, 16 Agustus 2015 | 19:24 WIB            #OPINI

    Ilham
    Yoss Gerard Lema

     

    MERDEKA…!!!Merdeka berarti mengenang jasa para pahlawannya.Merdeka berarti merenda kembali sejarah perjalanan sebuah bangsa dengan penuh rasa bangga.Merdeka berarti melukis harkat, martabat dan harga diri segenap bangsa dan tumpah darah dengan tinta emas.Merdeka berarti merangkai kata menjadi sebaris puisi yang berceritra tentang indahnya impian hari esok. Merdeka adalah ruang waktu untukmerenung, melihat ke dalam diri dan bertanya pada suara hati, pantaskah aku merayakan hari kemerdekaan ini?

     

    Ooooh Tuhan….satu Indonesia,serentak berteriak, merdeka…merdeka….merdeka. Gemuruh suara itu mengguncang langit, memaksa awan berarak dalam berbagai formasi seolah serdadu sedang menggempur ke medan laga. Laut pun binal, lidah-lidahnya menjulur dalam rupa gelombang dan arus memburu hingga ke bibir pantai. Dan pada setiap tapakan sejarah, Sabang sampai Merauke, yang tampak hanyalah kisah heroisme….ceritra gagah perkasa anak bangsa….hari-hari kelam dalam kungkungan penjajah….hingga lahirnya kaum muda heroic bernama: Jong Java, Jong Selebes, Jong Borneo , Jong Sumatera, Jong Timor dana rek-arek Suroboyo pada 10 November 1945.

     

    Merdeka…kata itu seharusnya sepert i‘pisau bedah’ yang menguliti jiwa setiap anak bangsa untuk sejenak merenung. Bukan sekedar berteriak merdeka…merdeka….merdeka dengan suara lantang.Bukaaan….bukaaan itu. Karena merdeka adalah tegak berdiri di bawah tiang Agustus dan menyaksikan dengan mata bathin bagaimana kibaran Merah Putih yang masih bersimbah darah dan air mata. Darah itu masih mengucuuuuur.Tiap saat, tiap detik, darah itu membasahi setiap jengkal tanah di seantero nusantara. Suku, agama, ras, antargolongan, politik, dll masih tetap menjadi pemicu pertumpahan darah diantara sesame anak bangsa. Mengerikan, memalukan, meluluhlantakkan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi satu, nyatanya hanya slogan kosong tak bermakna.

     

    Selanjutnya tengadah kepuncak tiang Agustus, air mata tumpah ruah dari pori-pori bendera berwarna putih.Itu….itulah Air Mata Pertiwi .Itulah jerit tangis para jelata yang  tak  tau hari ini makan apa, apalagi besok. Itulah gelisah si miskin papa yang terbaring sakit, lemah tak berdaya di semak-belukar terpencil tanpa mendapat layanan medis.Mereka merenggang nyawa tanpa sentuhan tangankasih Ibu Pertiwi. Yang lain mengerang, merintih piluh, menanti ajal di balik jeruji penjara tanpa pernah tahu kesalahan apa yang sudah diperbuatnya.

     

    Lalu, ketika tembang Gugur Bunga mengalun sendu, seluruh anak bangsa menundukkan kepala, mengheningkan cipta, mengenang jasa-jasa para pahlawannya, barulah kita sadar,betapa kelam nasib bangsa ini. Hukum dikencingi hambanya. Para koruptor, berjas, berdasi, bersepatu hak tinggi, busanannya penuh tanda jasa, pidatonya lantang berapi-api, bicara tentang nilai-nilai kebaikan. Etika, moral, kejujuran, etoskerja, cinta tanah air menjadi mutiara kata tanpa makna.Padahal hari ini, bangsa ini, butuh bukti perilakuk eteladanan. Menyediiihkan.

     

    MatahariBaru

     

    Di tengah pusaran kegusaran anak bangsa, telah terbit matahari baru.Joko Widodo adalah matahari itu.Ia terbit di ufuk timur menjadi sunrise terindah yang  mampu mengelupas keburaman dan keremangan wajahpagi. Pijaran pertamanya begitu menawan ketika tersembul dari rahim samudra. Oooouuuh, betapa eloknya cahaya bening bintang Sembilan membiaskan kuning kemilau merah jingga, menembus hingga ke sumsum rahim bathin.

     

    Cahaya itu menitiskan ‘energi baru terbarukan’ kepada segenap anak bangsa untuk memulai hidup baru dengan cara baru….jiw abaru…hati baru…pikiran baru…cara hidup baru…sebagai sebuah bangsa yang bermartabat, memiliki integritas, harkat dan harga diri yang agung. Matahari Baru dengan sunrise terindah benama Jokowi hendaknya meresapkan spirit dan optimism membaja, teristimewa bagi generasi muda bangsa ini.

     

    Sebab negeri bernama Indonesia ini, hari ini dan hari-hari selanjutnya, sungguh-sungguh membutuhkan lahirnya pemimpin baru yang benar-benar ‘rotan’….sungguh-sungguh ‘rotan’….bukan pemimpin dari sisa-sisa ‘akar’ kotor yang terbuang. Leluhur dan para bijak menuturkan: “Tak ada rotan, akar pun jadilah”. Inilah wajah Indonesia hari ini.“Tak ada rotan, akar pun jadilah”.Miriiiis, menyediiihkan sekal . Karena itu, Joko Widodo seharusnya menjadi ilham dan inspirasi bagi seluruh anak bangsa untuk berubah, melahirkan para pemimpin baru yang benar-benar ‘rotan’ demi kemajuan dan kejayaan bangsa ini.

     

    Sekarang tengoklah ke langit biru tepat di atas ubun-ubun kepalamu.Matahari Baru dengan sunrise terindah ternyata juga tersembul dari pribadi seorang Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.Dia adalah cerminan‘BulanPurnama’ yang bernafas dalam sosok seorang anak manusia. Ahok adalah pemimpin ‘rotan’ yang benar-benar‘rotan’.Ia menggadaikan nyawanya untuk sebuah kebenaran. Ia membiarkan jidatnya ditempeli laras senapan, belati terhunus, tombak tajam, kelewang panjang, celurit, dll, demi tegaknya undang-undang. Dia yakin dan percaya bahwa di Negara hukum, hokum adalah Panglima yang semestinya mampu menguarai benang kusut amburadulnya tata kelolah bangsa ini.

     

    Dua Matahari Baru, sunrise terindah itu bernama Jokowi dan Ahok ,telah memancarkan sinar terangnya. Namun dua saja belum cukup. Indonesia terlalu besar, pulaunya sekitar 17.000-an buah, samudra rayanya maha luas, gunung gemunung, bukit, lembah, hutan belantara dan hamparan sawah lading menghampar sejauh matame mandang. Perut bumi kita kaya raya menyimpan mutu manikam, minyak, emas, perak, marmer, mangan, uranium dan belakangan batuakik.  Kita adalah zamrud katulistiwa, dikagumi semua bangsa di dunia, kekayaannya tak akan pernah habis-habisnya.  

     

    Tapi mengapa sebagian besar rakyat kita masi hmiskin papah dan terlunta-lunta? Kenapa, haaaa? Inilah pertanyaan ketika menyaksikan barisan Paskibraka dalam formasi 17, 8, 19, 45 menggerek Sang Saka Merah Putih mencapai puncak ketinggian tiang Agustus. Jawabannya hany asatu.Seharusnya di semua provinsi dan seluruh kabupaten/kota se-Indonesia rakyat wajib menemukan para pemimpin‘rotan’ yang benar-benar ‘rotan’ yang  sikap hidupnya seperti Jokowi dan Ahok.

     

    Wahai anak-anak muda, generasi muda bangsa ini, dimanakah engkau ?Dimana, haaa? Ayo  bangki tberdiri, belahlah dadamu, cabik-cabik selimut kemalasanmu, maju ke depan, bentuk formasi baru, siapkan tangga-tangga perubahan, sekaranglah saatnya, bukan kemarin atau besok.Jadilah Matahari Baru, sunrise terindah…..pemimpin’rotan’ yang benar-benar ‘rotan’ demi bangkit jayanya bangsamu, tumpah darahmu, Indonesia tercinta.   

     

    Tak terasa senjatelah menggantung di ufuk barat. Mentari merah jingga perlahan tergelincir inci demi inci di atas samudara raya. Oooouh Tuhan, sunset terindah, begitu melankolis, membakar hasrat yang muda yang bercinta. Akh, mereka berpelukan mesra, menggeliat, menggelepar di atas pasir, laut berubah merah birahi, kemudian terkulai, terkapar tak berdaya.Seperti inikah kalian kaum muda calon pemimpin ‘rotan’ yang dinantikan bangsamu? Ataukah kalian Cuma sekelas ‘akarmuda’ yang kelak mewarisi khianat pada bangsa dan tanah tumpah darahmu?  Akh, entalah…!!!

     

    *) Jurnalis, penulis, novelis, tinggal di Kupang

     


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        8 komentar



      NN 03 April 2017 - 11:14 WIB
      aK20z1 <a href="http://eodttscapqqj.com/">eodttscapqqj</a>, [url=http://fqcjxgwldghl.com/]fqcjxgwldghl[/url], [link=http://uapllbweouch.com/]uapllbweouch[/link], http://xpghvxijipex.com/


      NN 02 Februari 2017 - 04:01 WIB
      eru2uc <a href="http://xzzhhnnfypad.com/">xzzhhnnfypad</a>, [url=http://wjoneouwflua.com/]wjoneouwflua[/url], [link=http://yxdvcioixzgm.com/]yxdvcioixzgm[/link], http://lvbfmvqewvur.com/


      NN 02 Februari 2017 - 03:41 WIB
      H2IytK <a href="http://zskdsbnmvdky.com/">zskdsbnmvdky</a>, [url=http://wfmerbuaysvz.com/]wfmerbuaysvz[/url], [link=http://nolbbgocaoyo.com/]nolbbgocaoyo[/link], http://pscvnufzquaf.com/


      NN 02 Februari 2017 - 03:41 WIB
      7CZn7y <a href="http://gzwsripntuny.com/">gzwsripntuny</a>, [url=http://rhsalymxniwy.com/]rhsalymxniwy[/url], [link=http://rtmgdznhibdy.com/]rtmgdznhibdy[/link], http://eluhtyljhwla.com/


      NN 31 Januari 2017 - 23:45 WIB
      AHFBxf http://www.y7YwKx7Pm6OnyJvolbcwrWdoEnRF29pb.com


      NN 29 Januari 2017 - 21:11 WIB
      kCa5A7 http://www.y7YwKx7Pm6OnyJvolbcwrWdoEnRF29pb.com


      NN 29 Januari 2017 - 21:11 WIB
      4flAFj http://www.y7YwKx7Pm6OnyJvolbcwrWdoEnRF29pb.com


      NN 06 Januari 2017 - 00:43 WIB
      NnAPg3 http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com
      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.