• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 18 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pemadaman Listrik di Kupang Karena Defisit Daya
    ALBERTUS | Kamis, 20 Agustus 2015 | 08:51 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pemadaman
    Kunjungan DPRD NTT ke PLTU Bolok Kabupaten Kupang

     

    Kupang, Flobamora.net - Musibah kebakaran Conveyor PLTU 2 NTT di Desa Bolok, Kabupaten Kupang, pada 14 Agustus 2015, pada pukul 20.20 Wita, mengakibatkan operasional pembangkit berhenti total. Kondisi ini mengakibatkan kelistrikan Sistem Kupang mengalami defisit daya sebesar 26 Megawatt (MW), sehingga terpaksa dilakukan pemadaman bergilir.

     

     

    Anggota Komisi IV DPRD NTT, David Melo Wadu meminta penjelasan mengenai jadwal pemadaman listrik yang ia nilai tidak dilaksanakan dengan konsitsen. Hal itu diungkapkan dalam tatap muka dengan PLN Wilayah NTT saat  kunjungan Rombongan DPRD NTT ke PLTU 2, Selasa (18/8). 

     

     

    Rombongan  DPRD NTT terdiri dari Anwar Pua Geno (Ketua DPRD), Alexander Ena (Ketua Komisi IV), Thomas Tiba (Sekretaris Komisi IV), Mohammad Ansor Orang (Wakil Ketua Komisi V), David Melo Wadu dan Pdt. Adriana R. Kahi Awa Kossi (anggota Komisi IV).

     

     

    Manajer Area Kupang Merry Gunawan menjelaskan, sebelum terjadi kebakaran conveyor PLTU, daya mampu Sistem Kupang yang melayani kebutuhan listrik Kota Kupang dan sebagian Kabupaten Kupang sebesar 65,3 MW. Pemakaian tertinggi atau beban puncak pada siang hari sebesar 44,5 MW, dan beban puncak malam 52,6 MW.

     

     

    Menurutnya, dengan tidak beroperasinya PLTU, pembangkit listrik tenaga diesel kembali dioperasikan penuh selama 24 jam. Meski demikian daya mampu sebesar 39,3 MW tidak cukup sehingga dilakukan pemadaman bergilir pada siang hari sebesar 5,2 MW.

     

     

    Sedangkan pada malam hari padam sebesar 7,3 MW. Defisit daya ini akan berkurang, bila pelanggan besar keluar dari sistem PLN dan menggunakan captive power (genset) miliknya. Setelah beban puncak baru menggunakan sistem PLN,” katanya.

     

    Mengenai pemadaman bergilir, Merry Gunawan, menjelaskan, PLN konsisten melaksanakan rencana jadwal pemadaman yang diumumkan secara terbuka melalui media cetak dan radio. Namun bisa berubah sewaktu-waktu, sesuai mengikuti situasi. Perubahan bisa bertambah daerah yang padam, atau sebaliknya yang direncanakan padam tetap menyala karena daya cukup tersedia.

     

    “Yang diumumkan adalah rencana padam. Pelaksanaannya bisa berubah bila terjadi gangguan atau ada pengurangan pemakaian oleh pelanggan. Bisa juga rencana sistem pulih jam 11 sampai 12 malam, tetapi baru jam 9 malam secara bertahap daerah yang padam sudah menyala,” jelasnya.

     

    Saat ini, tambah Merry, Sistem Kupang terbantu oleh cuaca Kota Kupang yang suhunya sedang dingin. Cuaca kota Kupang yang sejuk menjurus dingin membuat banyak pelanggan tidak menghidupkan mesin pendingin (AC), sehingga pemakaian listrik menurun.***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.