• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Upacara Ngaben Mengandung Nilai Religius dan Gotong Royong
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 21 Agustus 2015 | 22:44 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Upacara
    ilustrasi kelengkapan Ngaben

     

    Kupang,Flobamora.net-Upacara Ngaben merupakan peristiwa sakral yang mengandung nilai-nilai religius sangat dalam bagi kehidupan umat Hindu,termasuk nilai kebersamaan dan gotong royong.

     

    “Oleh karena itu upacara ini harus terus dilakukan sesuai aturan agama yang berlaku,” kata Wakil Walikota, Hermanus Man pada acara Ngaben massal di TPU Namosain,Jumat (21/8).

     

    Menurutnya,kegiatan ini selain menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong juga mengandung nilai luhur yakni silaturahmi antar sesama Umat Hindu maupun masyarakat dengan Pemerintah Kota Kupang.

     

    "Ngaben merupakan suatu kegiatan keagamaan yang wajib dilakukan oleh umat Hindu untuk penyucian roh leluhur dengan tujuan meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Upacara Ngaben memerlukan biaya yang cukup besar sehingga Ngaben massal merupakan alternatif untuk membantu meringankan beban masyarakat dari segi biaya,"katanya.

     

    Berkaitan dengan ini,lanjut Man,Pemerintah Kota Kupang bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten/Kota Kupang melaksanakan Ngaben massal untuk membantu umat di kota ini.

     

    "Ngaben massal ini akan menjadikan  program tetap pemerintah kota,yang menunjukkan kepedulian kepada sesama umat beragama khususnya umat Hindu karena upacara yang  dilakukan secara bergotong royong,"katanya.

     

    Man berharap,agar umat Hindu di Kota Kupang berpartisipasi dalam menyukseskan setiap program pembangunan daerah melalui kegiatan-kegiatan positif seperti menciptakan stabilitas dan kenyamanan ,menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dipelihara dan diupayakan bagi kesejatheraan hidup dan kemajuan pembangunan di Kota Kasih ini.

     

    Semantara Ketua PHDI ,Nyoman Mahayasa dalam laporan panitia mengatakan, jasad berupa jenasah harus pula dikembalikan kepada sumbernya yaitu Panca Maha Butha. Veda mengajarkan bahwa proses percepatan Ngaben merupakan hal yang wajib untuk dilaksanakan dan merupakan hutang bagi para leluhur jika belum dilakukan.Untuk  itu maksud dilaksanakan Ngaben massal ini adalah untuk meringankan beban biaya bagi para peserta Ngaben.

     

    Ngaben Massal ini mengambil jenis Ngaben Pranawa yaitu Upacara Pitra Yadnya yang disimbolkan dalam bentuk Aksara Suci Tuhan, untuk menyucikan Atman (Roh/Jiwa) dari Sawa (jenazah) yang sudah meninggal.

     

    Sementara tujuanya,lanjut Mahayasa, adalah untuk mengembalikan unsur Panca Maha Butha kepada asal masing-masing yaitu tana, air, api, udara dan enter.Selain itu menyucikan atma/roh/jiwa sesuai karma selama hidup yang bersangkutan sehingga dapat bersatu kepada Brahman guna mencapai Moksrtham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma sebagi tujuan akhir agama Hindu.

     

    “Jumlah Sawa (jenazah) yang mengikuti Ngaben Massal Pranawa di tahun 2015 ini sebanyak 23 yaitu 21 anak-anak dan 2 dewasa, dari berbagai wilayah di Kota Kupang, Kabupaten Kupang maupun dari wilayah Flores,” ujarnya.***

     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.