• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 14 Desember 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Rizal Ramli: Saya Enggak Peduli Siapa Bekingnya, Kita Sikat!
    ANA DEA | Minggu, 23 Agustus 2015 | 16:11 WIB            #NASIONAL

    Rizal
    Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli (tengah) saat jumpa pers terkait somasi yang dilayangkan oleh pengacara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014). TRIBUNNEWS/HERUDIN

     

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli mengaku akan menindak tegas semua oknum yang membuat lambat proses waktu tunggu bongkar muat peti kemas di pelabuhan (dwell time). Rizal berjanji akan membuat gebrakan dan menindak para pemain di pelabuhan.

     

    "Saya enggak peduli siapa bekingnya, apa permainannya, akan kita sikat. Kita akan gebrak, siapapun yang ngaco, pasti kita sikat," kata Rizal di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2015).

     

    Rizal menargetkan secara khusus perbaikan proses dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok. Ia mengaku telah memiliki informasi mengenai permainan yang menyebabkan lambatnya proses dwell time di pelabuhan tersebut dan telah menyampaikannya pada Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti serta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

     

    Langkah pertama yang akan dilakukan Rizal adalah membedah masalah dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok mulai pekan depan. Ia berencana membagi dua jalur masuk importir dengan tanda merah dan hijau.

     

    Jalur merah untuk para importir yang diduga bermasalah. Masalah yang dimaksud Rizal adalah spesifikasi barang yang tidak sesuai, sampai dengan secara sengaja menyimpan peti kemas di pelabuhan untuk menghemat biaya operasional.

     

    "Jalur hijau itu importir terpercaya. Nyaris lewat begitu saja, tanpa pemeriksaan. Jadi, kita akan tingkatkan jumlah importir di jalur hijau," ucap Rizal.

     

    Selanjutnya, Rizal akan merevisi peraturan mengenai tarif penyimpanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Rizal, masalah tarif ini menjadi salah satu penyebab banyaknya peti kemas yang disimpan di pelabuhan tersebut.

     

    "Kami akan benahi pricing-nya agar jangan terlalu murah. Karena menyimpan di pelabuhan lebih murah dibanding disimpan di gudang swasta," ujarnya.

     

    Kemudian, Rizal akan meminta kementerian/lembaga lain untuk menambah fungsi kereta barang agar bisa beroperasi dari titik bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Ia yakin, proses pengiriman peti kemas akan semakin cepat dan murah dengan mengoptimalkan kereta barang.

     

    Lebih lanjut, Rizal juga meminta sistem teknologi informasi di Pelabuhan Tanjung Priok diperkuat. Dengan sistem tersebut, Rizal menargetkan proses pencarian peti kemas semakin mudah dan menekan potensi permainan dari oknum tertentu.

     

    "Bukan hanya hajar mafianya, tapi perbaiki sistemnya," ucap Rizal.

     

    Perbaikan proses dwell time menjadi tugas khusus yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Rizal. Jokowi meminta Rizal membenahi proses dwell time menjadi 3-4 hari dari saat ini yang masih di atas 5 hari.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.