• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 15 Desember 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Habis Manis Sepah Dibuang Pria Pembeli Jasa Seks
    ANA DEA | Kamis, 03 September 2015 | 08:22 WIB            #GAYA HIDUP

    Habis
    Para pekerja seks berjalan di kawasan Dolly, Surabaya, yang sepi, Rabu (18/6/2014) malam, setelah pemerintah kota resmi menutup kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara tersebut. AFP PHOTO / ROMEO GACAD

     
    FLOBAMORA.NET - Pria pembeli seks ternyata rentan terlibat kejahatan seks dan cenderung memiliki sejarah kekerasan seksual. Seperti membeli kopi, setelah dinikmati boleh dibuang. Demikian menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Interpersonal Violence.

    Penelitian itu melibatkan 101 pria di daerah Boston. Studi itu menemukan pria pembeli seks cenderung memiliki lebih sedikit empati terhadap perempuan dan cenderung memiliki karakter kekerasan seksual.

    Riset itu menyaring 1.200 orang pria dengan tujuan mengisolasi secara demografi grup yang dapat dibandingkan untuk diwawancara. "Kedua kelompok cenderung memilih seks impersonal, ketakutan mendapat penolakan dari wanita,  riwayat melakukan tindakan agresif seksual dan identifikasi diri maskulin tak bersahabat," kata profesor dari UCLA, Neil Malamuth yang juga melakukan penelitian ini.

    "Mereka yang membeli seks rata-rata memiliki empati lebih sedikit terhadap wanita pekerja seks dan memandang mereka berbeda dengan wanita lain," katanya.

    Peneliti mendefinisikan "maskulinitas tak bersahabat" sebagai hasrat cinta diri sendiri dan perseteruan untuk memiliki kekuasaan di atas diri wanita. Seorang pria mengatakan kepada peneliti, ia memandang membeli jasa seks dari pekerja seks seperti membeli secangkir kopi. Ketika sudah habis, dia membuangnya.

    Studi pun menemukan pria pembeli seks lebih cenderung melakukan pemerkosaan dan melakukan kejahatan seksual lainnya. Studi ini dilakukan berhubung wilayah hukum saat ini makin menargetkan pembeli jasa seks daripada pekerja seks dalam upayanya mengatasi prostitusi dan perdagangan seks.

    Suara Amnesti International Agustus lalu merekomendasikan dekriminalisasi komplit pelacuran untuk pembeli dan penjual.

    Studi ini dilakukan juga oleh Melissa Farley yang menjalankan Prostitution Research & Education, lembaga nirlaba yang meneliti prostitusi dan perdagangan seks. Dalam pernyataan misinya, lembaga itu mendedikasikan dirinya untuk menghapus pelacuran. Studi itu juga didanai oleh Hunt Alternatives.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.