• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Juni 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Serapan APBN di NTT Baru 12 Persen
    ALBERTUS | Jumat, 04 September 2015 | 14:14 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Serapan
    Ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net -Sampai 31 Juli 2015 penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru mencapai 12,98 persen untuk dana tugas pembantuan. Sementara untuk dana dekonsentrasi, penyerapannya baru mencapi 15,46 persen.


    Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) NTT Ferdi Kapitan beralasan rendahnya penyerapan anggaran APBN disebabkan karena petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dari pemerintah pusat terlambat dikirim ke daerah. Pasalnya, Juklak dan Juknis baru dikirim pemerintah pusat pada akhir Juni 2015.

    "Pengelolaan anggaran harus sesuai dengan regulasi yakni Juknis dan Juklak. Kami terima Juknis dan Juklak pada akhir Juni 2015," kata Ferdi, Jumat (4/9).


    Dia menjelaskan, Juknis dan Juklak itu terlambat dikeluarkan karena adanya perubahan lembaga dan nomenklatur di tingkat pusat yang berdampak pada banyaknya program dan proyek yang belum berjalan sebagaimana dijadwalkan.

    Ferdi menyampaikan, selain penyerapan APBN yang masih rendah, realisasi dana dekonsentrasi (DAK) baru mencapai 26 persen, sedangkan fisik sudah mencapai 48 persen. Karena itu, akan dilakukan evaluasi terhadap rendahnya penyerapan dana tersebut.

    Dia menjelaskan, beberapa dinas dan badan yang pengelolaan APBN-nya di atas Rp 10 miliar di antaranya Badan Ketahanan Pangan sebesar 29,64 persen, Dinas Sosial 21,85 persen, serta Perikanan dan Kelautan 20,54 persen.


    "Sedangkan yang di bawah Rp10 miliar antara lain Dinas Koperasi sebesar 35,6 persen, Bappeda 34,8 persen, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan 32 persen," kata Ferdi.

    Dia juga berharap dinas dan badan menjadwalkan kembali kegiatan yang belum dilaksanakan sehingga bisa menyelesaikannya dalam waktu tersisa yakni sekitar lima bulan.

    Meski penyerapan anggaran masih rendah, namun Ferdi optimistis tidak terjadi penumpukan anggaran pada akhir tahun karena proses pelelangan proyek dipercepat.

    Ferdi menambahkan, total APBN yang dibayar melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) NTT sebesar Rp 10.980.014.501.000. Dari jumlah itu, realisasi sebesar 33 persen.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.