• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 23 Februari 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Bupati Kupang Kembali Keluhkan Buruknya Pasokan Listrik
    ALBERTUS | Sabtu, 05 September 2015 | 21:49 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Bupati
    Bupati Ayub Titu Eki (tengah) didampingi Sekda Kupang, Hendrik Paut dan Kabag Humas Stef Baha

     

    Kupang, Flobamora.net - Untuk kesekian kalinya, Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengeluhkan buruknya pelayanan dan pasokan listrik PLN ke wilayah tersebut, mengakibatkan batalnya investasi PT Yasindo Utama yang akan membangun smelter mangan sejak tahun 2012 lalu.

     

    ”Hal paling prinsip dalam berinvestasi adalah masalah listrik. Ibarat aliran darah dalam tubuh, jika alirannya tidak lancar akan terjadi kejang – kejang,” kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, ketika menggelar jumpa pers di Kupang, Sabtu (5/9).

     

    Dia mengatakan, membangun ekonomi di daerah tidak hanya mengandalkan sektor primer atau pertanian, tetapi juga dari sektor industri yang berkaitan dengan kelitrikan. Hal ini tidak bisa jalan, jika pasokan litrik sangat terbatas,” kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, ketika menggelar jumpa pers di Kupang, Sabtu (5/9).

     

    Titu Eki didampingi Sekda Kupang, Hendrik Paut dan Kabag Humas Stef Baha menyatakan, ia tiba – tiba berbicara lagi soal listrik karena kesal dengan pihak PLN yang pernah menjanjikan akan memasok kebutuhan listrik pascadibangunnya PLTU di Bolok dengan kapasitas 2 x 35 mega watt.

     

    ”Suatu ketika seorang pengusaha listrik datang ke Kabupaten Kupang dan saya menanyakan soal PLTU Bolok, dia menjelaskan PLTU itu hanya berkapasitas 12 mega watt dan yang sudah dibangun hanya 8 mega watt saja dan sering mati – hidup. Lalu bagaimana dengan yang dijanjikan 2 x 35 mega watt itu. Apakah hanya janji belaka, PLN harus bertanggung jawab,” ucapnya.

     

    Titu Eki mengatakan, ketika PLN membangun PLTU Bolok menggunakan batu bara, sebagai kepala daerah ia sangat merespon, karena nantinya bisa menjangkau semua masyarakat dan investor dengan tarifnya lebih murah dibandingkan dengan pasokan listrim dari mesin diesel yang digunakan selama ini.

    ”Saya berharap adik–adik wartawan bisa membantu dan mendorong pihak PLN agar segera mengatasi krisis listrik di NTT dan khususnya Kabupaten Kupang. Harusnya PLN membicarakan secara terbuka agar kita semua bisa mengetahui pokok persoalan dan jika tidak anggota DPRD bisa mendesak pihak PLN. Jangan diam saja,” ujarnya.

     

    Menurut Titu Eki, PT Yasindo Utama sangat serius berinvestasi di Kabupaten Kupang hingga Rp 1,1 triliun, namun keinginan itu masih tertunda akibat keterbatasan pasokan listrik.

     

    ”Khusus untuk smelter mangan dibutuhkan lisitrik berdaya 40 mega watt. Agar bisa berinvestasi, pihak manajemen menawarkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 100 mega watt. Dan 60 mega waat-nya akan diserahkan ke pihak lain untuk mengelolanya, ini juga masih terkendala karena tarifnya pasti mahal,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.