• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemprov Surati Geologi Bandung Kembalikan Fosil NTT
    ALBERTUS | Jumat, 11 September 2015 | 12:39 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemprov
    Ilustrasi Fosil Gajah Flores

     

    Kupang, Flobamora.net -  Pemerintah provinsi (Pemprov) NTT telah menyurati Badan Geologi Bandung untuk mengembalikan fosil gajah atau yang dikenal Fosil Matamenge asal Kabupaten Ngada yang selama ini disimpan di lembaga tersebut.

     

    Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT  Sinun Petrus Manuk, di Kupang, Jumat (11/9).

     

    Menurutnya, menjelaskan, Fosil Matamenge merupakan salah satu peninggalan bersejarah asal NTT yang oleh Badan Geologi disimpan di Bandung. Dari hasil penelitian, gajah asal NTT itu lebih kecil dibandingkan dengan Gajah Jawa Kulon.

     

    “Kita sudah surati Badan Geologi Bandung agar kembalikan fosil matamenge ke NTT, karena merupakan aset daerah bernilai sejarah,” katanya.

     

    Dia menyampaikan, NTT sangat kehilangan dengan disimpannya fosil tersebut di Geologi Bandung. Walau fosil itu milik NTT, tapi karena semua kegiatan berkaitan dengan penelitian fosil itu dilakukan di Geologi Bandung, maka NTT tidak mendapatkan keuntungan apapun. Bahkan Fosil Matamenge sesuai rencana akan disertakan pada pameran di Hongkong oleh Australia.

     

    “Akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah NTT, Geologi Bandung dan Australia untuk menyertakan fosil matamenge dalam pameran internasional itu,” ujarnya.

     

    Mantan Kepala Dinas Sosial NTT ini menyebutkan, daerah ini memiliki begitu banyak fosil dan peninggalan purbakala yang bisa dijadikan sebagai sumber penelitian. Salah satu peninggalan purbakala yang mendunia adalah Manusia Kerdil Lingabua, Kabupaten Manggarai. 

     

    Terkait hal ini, pemerintah NTT juga telah menyurati Badan Geologi agar setelah dilakukan penelitian secara tuntas, dikembalikan lagi ke NTT. Karena itu merupakan milik pemerintah dan masyarakat NTT.

     

    “Kami sudah surati agar semua fosil peninggalan bersejarah asal NTT yang sedang dilakukan penelitian, harus dikembalikan ke daerah ini. Jika hanya satu fosil saja, maka harus dibuat replika. Untuk hal ini, harus didiskusikan lebih intensif lagi,” tandasnya.

     

    Dia menambahkan, semua fosil peninggalan bersejarah itu bisa disimpan di salah satu museum yang ada di NTT. Saat ini, NTT memiliki enam musem, yakni di Flores, Sumba, dan Kupang. Bahkan pemerintah provinsi akan merenovasi dan menata museum milik pemerintah NTT di Kupang agar daya tampung lebih besar dan tampilan lebih menarik.

     

    Anggota DPRD NTT dari Fraksi PAN, Agustinus Lobo menyatakan, pemerintah NTT harus bersikap tegas terhadap semua peninggalan purbakala dari daerah ini yang kini disimpan di daerah lain, seperti Badan Geologi Bandung. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.