• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 17 November 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok: Enggak Apa-apa kalau Tak Pilih Saya
    ANA DEA | Kamis, 17 September 2015 | 11:51 WIB            #NASIONAL

    Ahok:
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengukuhkan pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia DKI Jakarta, di Balai Agung, Senin (14/9/2015).

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan ia tidak melakukan pencitraan ketika merealisasi program unggulan DKI. Bahkan, lanjut dia, banyak warga yang berjanji tidak akan mendukungnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

    Salah satu contohnya ketika ia menjalankan kebijakan transaksi non tunai Kartu Jakarta Pintar (KJP). 

    "Dulu pas Pak Jokowi, KJP boleh ditarik kontan. Pas Ahok (Basuki) enggak boleh tarik satu sen pun dan orang-orang maki-maki saya, 'payah nih Ahok beda sama Jokowi. Makanya dulu kita pilih Jokowi bukan Ahok yang kurang ajar mempersulit kita'," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (17/9/2015). 

    Bahkan, saat Peringatan Hari Anak Nasional di Dunia Fantasi kemarin, Basuki sempat memarahi orangtua murid karena KJP. Ada seorang anak ?bertanya kepada Basuki terkait kebijakannya tidak bisa menarik tunai dana KJP.

    "Saya bilang siapa yang ngajarin kamu tanya begitu? Dia bilang bapaknya. Saya bilang lagi, 'Bilang bapakmu itu kurang ajar'. Kalau begitu, satu pemilih saya hilang dong," kata Basuki.

    Selain itu, Basuki menegaskan tidak pernah menarik simpati warga dengan membagi-bagikan KJP maupun Kartu Jakarta Sehat (KJS) ke lapangan. Hal ini berbeda dengan tokoh maupun politisi lain yang mengincar kepentingan tertentu.

    "Mungkin kalau politisi yang lain sudah ngomong, 'Eh gue datang nih bagi-bagi KJP. Eh ini jasa gue ya'. Saya enggak kok, malah orang-orang maki-maki saya. Ya sudah enggak apa-apa enggak pilih saya," kata Basuki. 

    Adapun beberapa partai dikabarkan bakal mengusung nama-nama tokoh nasional untuk menyaingi Basuki dalam Pilkada 2012. Partai Gerindra contohnya yang kabarnya akan mengusung pengusaha Sandiaga Uno, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, serta Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi.

    Kemudian dari Partai Golkar, ada nama seperti anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya; Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin; dan Sekjen partai dari kubu Aburizal Bakrie, Idrus Marham. Dari Partai Demokrat dikabarkan bakal mengusung Ketua DPD Demokrat DKI Nachrowi Ramli.

    Basuki sendiri didukung pendukungnya yang tergabung dalam Komunita Teman Ahok untuk maju sebagai calon independen dalam Pilkada DKI 2017. Mereka membuka stan di pusat perbelanjaan dan mengumpulkan KTP warga DKI sebagai pemenuhan syarat pencalonan Basuki sebagai Gubernur Independen.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.