• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 April 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ketua Partai Hanura NTT Lapor Anggota DPD ke Polda
    ALBERTUS | Senin, 28 September 2015 | 11:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ketua
    Ketua DPD Partai Hanura NTT terpilih Jimmy W B Sianto

     
    Kupang, Flobamora.net - Musyawarah daerah (Musda) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diadakan di Kupang, Minggu, (27/9) berakhir ricuh.

     

    Ketua DPD Partai Hanura NTT terpilih Jimmy W B Sianto melaporkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTT, Paul Lianto ke Polda NTT karena memaki (mengeluarkan kata-kata jorok) kepada ketua DPD Hanura NTT terpilih di depan banyak orang.

     

    Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Hanura NTT, Jimmy W B Sianto kepada SP dalam perjalanannya menuju Markas Polda NTT, Minggu, (27/9) sore.

     

    "Saya sesalkan perilaku anggota DPD, yang memaki saya di depan banyak orang. Karena malu saya laporkan kasus itu ke Polda NTT. Jika ingin menjadi seorang politisi yang besar harus terima menang atau kalah dalam berpolitik. Bukan maki-maki kepada orang yang mendapat suara terbanyak" kata Jimmy Sianto, dengan nada kesal.

     

    Kericuhan ini terjadi saat utusan DPP Partai Hanura berada di Bandara El Tari Kupang dan hendak kembali ke Jakarta. Puluhan peserta Musda, pengurus DPC Hanura, mengejar dan mengumpat utusan DPP dan anggota DPD Paul Lianto yang mencalonkan diri sebagai Ketua Hanura NTT namun gagal, karena tidak terpilih. Kericuan itu terjadi di bandara dan saksikan para penumpang dan masyarakat yang berada di Bandara El Tari Kupang.

     

    Ketua DPD Partai Hanura NTT terpilih Jimmy Sianto menyesalkan sikap utusan DPP Partai Hanura yang meninggalkan arena Musda dan memilih kembali ke Jakarta, setelah dirinya mendapat dukungan mayoritas peserta Musda dan memenangi Musda tersebut.

     

    "Saya terpilih secara aklamasi, tapi utusan DPP tidak mau mengakui proses itu dan memutuskan untuk meninggalkan arena Musda," katanya.

     

    Calon Ketua Partai Hanura NTT Paul Lianto yang bukan pengurus partai itu kepada wartawan mengatakan dirinya diminta oleh DPP Partai Hanura untuk bertarung pada Musda Hanura NTT. Namun, dia mengaku justru dipermalukan di Musda. "Saya diminta oleh DPP Hanura, karena saya bukan orang Partai Hanura," tegasnya. ***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.