• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 18 Juni 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Jumlah Penduduk Miskin Diprediksi Bertambah
    ANA DEA | Senin, 28 September 2015 | 12:26 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Jumlah
    Pengemis terlelap di pinggir jalan tak jauh dari pusat perbelanjaan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2013).

     
    JAKARTA - Jumlah orang miskin pada periode survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan datang diperkirakan bertambah. Penyebabnya, gelombang panas el Nino serta kebakaran hutan. Rektor Paramadina Firmanzah menuturkan, hingga September ini kebakaran hutan terjadi di daerah-daerah yang laju pertumbuhan ekonominya rendah.

    Ia menyebut, sebagian Kalimantan dan Sumatera yang roda perekonomiannya dimotori oleh perkebunan dan pertambangan. Sementara harga sejumlah komoditas tambang dan perkebunan masih tertekan.

    Firmanzah mengatakan, jika kondisi ini tak mampu ditanggapi pemerintah dengan baik, maka target angka kemiskinan 10,3 persen makin sulit dicapai. "Saya hampir yakin angka kemiskinan naik karena el Nino dan kebakaran hutan," kata Firmanzah dalam diskusi yang digelar Minggu (27/9/2015).

    Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah orang miskin, Firmanzah menyampaikan dua hal yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, Presiden perlu menambah variasi wacana, urgensi pengentasan kemiskinan.

    Sejauh ini, kata Firmanzah, pemerintah dalam hal ini Presiden lebih fokus urusan infrastruktur. Menurut dia, jika Presiden lebih banyak bicara soal kemiskinan, maka mau tidak mau, para pembantu Presiden pasti ikut fokus dalam mengentaskan masyarakat miskin.

    "Presiden belum sampaikan secara intensif pengentasan kemiskinan dibandingkan infrastruktur. Meski infrastruktur ujungnya untuk pengentasan kemiskinan, Presiden harus memperbanyak dalam pidato," ucap mantan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi itu.

    Kedua, pemerintah perlu membuat program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi antar Kementerian/Lembaga. Menurut dia, program pengentasan kemiskinan yang dilakukan selama ini masih sporadis.

    "Belum ada blueprint yang menjelaskan peran Menko Perekonomian dan Menteri PMK, Mensos, dan lain-lain," kata dia.

    Dia menambahkan, kendati dibuat program pengentasan kemiskinan yang integratif, namun program yang dibuat haruslah sesuai dengan target masyarakat miskin. Sebab, kata Firmanzah, penanganan kemiskinan untuk masyarakat sangat miskin, masyarakat miskin, dan masyarakat hampir miskin berbeda-beda. Masyarakat sangat miskin dan tidak produktif misalnya, tidak ada jalan lain, selain melakukan injeksi atau bantuan dari pemerintah.

    Dalam hal ini, Firmanzah menegaskan, pemerintah daerah punya peran yang tak kalah penting dibandingkan pemerintah pusat.

    Sebagaimana diberitakan, Badan Pusat Statistik melansir jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 bertambah 860.000 orang dibandingkan posisi per September 2014. Jumlah orang miskin di desa bertambah 570.000 orang. Sedangkan, jumlah orang miskin di perkotaan bertambah 290.000 orang

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.