• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 18 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Di Sikka , Warga Antre Air Bersih Sampai Malam
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 08 Oktober 2015 | 09:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Di
    Warga Kloangpopot sedang mengantre air bersih

     

    Maumere, Flobamora.net - Nasib miris dialami warga masyarakat di Desa Klaongpopot, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka. Mereka terpaksa antre air bersih sampai malam demi memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti mandi, cuci, kakus, masak, dan kebutuhan lainnya.

               

    Cerita resah ini diungkapkan dua orang ibu rumah tangga Suswanti dan Thres, Rabu (7/10). Keduanya ditemui Flobamora.net sekitar pukul 08.30 Wita di bak penampung desa itu, saat sedang antre air bersih.

               

    “Tiap hari kami antri di sini. Ini satu-satunya bak penampung air bersih yang masyarakat andalkan. Air keluar kecil sekali, yah mungkin juga karena sedang musim kemarau. Mau tidak mau kami harus antre, dari pada tidak ada air bersih untuk kebutuhan rumah tangga,” terang Suswanti.

               

    Pada bak penampung itu tampak puluhan jeriken milik masyarakat Kloangpopot. Ada jeriken yang sudah terisi air, ada juga yang belum. Yang sudah terisi air, jelas Suswanti, biasanya itu milik warga yang antri pada malam hari sampai pagi. Karena harus menjalankan rutinitas kerja yang lain, masyarakat terpaksa membiarkan saja jeriken berisi air bersih di sekitar bak penampung.

     

    “Kalau jeriken yang sudah penuh ini, itu mereka antri dari malam. Sekarang mereka pergi kerja. Nanti selesai kerja baru datang ambil bawa pulang ke rumah. Malamnya antri lagi,” tambah Thres.

               

    Air bersih yang ada pada bak penampung itu mengalir dari bak induk yang letaknya agak ke bagian atas, kurang lebih 100 meter. Untuk mencapainya ke bak induk mesti mendaki lewat tebing dan bebatuan. Bak induk itu sendiri menampung air dari mata air Wair Nukak.  

               

    Bak penampung air bersih ini adalah hasil kerja swadaya masyarakat setempat, diperkirakan sejak tahun 1980-an. Bak penampung ini menjadi satu-satunya sandaran kebutuhan air bersih masyarakat di situ.

               

    Sebenarnya di desa itu, jelas Suswanti, ada jaringan pipa air bersih program kerja Pamsimas. Namun hingga sekarang jaringan pipa tersebut tidak berfungsi karena tidak pernah mengalirkan air ke rumah-rumah masyarakat. Persis di samping badan jalan depan bak penampung, tampak terlihat jaringan pipa Pamsimas.

               

    Kekurangan air bersih juga dialami warga masyarakat Desa Waihawa Kecamatan Doreng. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa mengambil air di kali yang letaknya kurang lebih 2 kilometer dari pemukiman penduduk. Sering kali warga langsung mandi dan cuci di kali.

               

    Uniknya di Desa Waihawa, untuk mandi dan cuci, ada aturan tersendiri yang dibuat atas dasar kesadaran bersama masyarakat. Biasanya jam pagi hari, kali hanya boleh dimanfaatkan oleh anak-anak sekolah, guru, dan pegawai yang kerjanya pada pagi hari. Selanjutnya, boleh dimanfaatkan oleh warga masyarakat lain.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.