• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Perusahaan Jangan Mem-PHK Karyawan Secara Sepihak
    ALBERTUS | Selasa, 13 Oktober 2015 | 12:23 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Perusahaan
    Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Simon Tokan

     

    Kupang, Flobamora.net - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengetahui alasan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah warga di daerah itu.

    Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Simon Tokan menegaskan jika sebuah perusahaan melakukan PHK terhadap kariawannya maka harus didukung dengan alasan yang kuat. Misalnya, kariawan tidak menjalankan tugas dengan baik sesuai perjanjian kerja.

    "Kami masih koordinasi dengan pemerintah setempat di Sulawesi Tenggara tentang PHK dan terlantarnya warga NTT di sana," kata Simon, Senin (12/10).

    Saat dintanya mengenai jumlah tenaga kerja asal NTT yang di-PHK oleh PT Damai Jaya Lestari, perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Simon menyampaikan belum memastikan karena masih dilakukan ferifikasi karena mereka adalah angkatan kerja antar daerah (AKAD).

    Menurut Simon, berapa jumlahnya hal itu tidak dipersoalkan. Karena warga yang diberhentikan dari perusahaan merupakan angkatan kerja antar daerah (AKAD) maka perlu dilakukan koordinasi dengan dinas terkait setempat.

    Dia mengemukakan, biasanya pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memfasilitasi warga angkatan kerja antar daerah secara kelompok atau dalam jumlah yang banyak, namun terkadang ada juga warga yang menerobos tanpa ketahuan pemerintah atau dinas yang bersangkutan.

    Dengan demikian, maka untuk mengatasi warga NTT yang sedang menghadapi masalah di Sulawesi Tenggara, perlu dilakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah setempat karena hal itu merupakan masalah kemanusiaan.   
     
    Dia mengakui puluhan warga NTT terlantar di Sulawesi Tenggara. Mereka bekerja pada perusahaan perkebunan kelapa sawit yakni PT Damai Jaya Lestari (DJL) di Kabupaten Konawe Utara, namun mereka diberhentikan sebagai pekerja tanpa alasan yang jelas sejak 23 September 2015.

    Karena tidak setuju dengan keputusan perusahaan, maka mereka mendatangi Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara dan melakukan aksi protes. Mereka menuntut perusahaan segera membayar hak-haknya sesuai dengan perjanjian kerja pada 2009 lalu.

    "Kami belum tahu persis apa alasannya sehingga mereka di-PHK oleh perusahaan. Dan, karena itu maka kami masih melakukan koordinasi secara intensif untuk mengetahui duduk persoalannya karena ini berkaitan dengan masalah kemanusiaan," jelasnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.