• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 26 September 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Lakukan Ini Untuk Cegah Pembekuan Darah
    ANA DEA | Kamis, 22 Oktober 2015 | 07:41 WIB            #GAYA HIDUP

    Lakukan
    Ilustrasi

     
    FLOBAMORA.NET - Pembekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah atau disebut trombosis bisa berakibat fatal. Berawal dari trombosis di kaki, kemudian dapat menyumbat di paru-paru dan jantung. Jika hal ini terjadi, bisa menyebabkan kematian mendadak.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik Cosphiadi Irawan mengatakan, sekitar 70 persen trombosis tidak memunculkan gejala awal sehingga sering disebut pembunuh diam-diam. "Masalahnya bagaimana kalau gejalanya enggak muncul. Jadi, lebih penting mencegah trombosis terjadi," ujar Cosphiadi dalam diskusi memeringati World Thrombosis Day di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

    Cosphiadi pun memaparkan beberapa langkah untuk mencegah trombosis. Utamanya, bergeraklah ketika terlalu lama duduk atau berbaring. Perlu diketahui, trombosis sering kali terjadi akibat kurang gerak.

    Berada dalam posisi tubuh yang sama selama berjam-jam bisa menyebabkan perlambatan aliran darah atau stasis. "Lakukan gerakan relaksasi pada tungkai bawah pada saat duduk perjalanan panjang," jelas Cosphiadi.

    Dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini menjelaskan, duduk dan tidak bergerak selama 90 menit saja sudah bisa menyebabkan stasis. Meluruskan kaki, melakukan pergerakan ringan, hingga berjalan-jalan akan sangat membantu mencegah terjadinya perlambatan aliran darah yang memicu terjadinya pembekuan darah.

    Pencegahan lainnya, yaitu dengan menjaga berat badan ideal. Sebab, salah satu faktor risiko terjadinya trombosis adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Kemudian, ketahui apakah ada riwayat keluarga yang pernah terkena pembekuan darah.

    Selain stasis, pemicu trombosis adalah kekentalan darah dan adanya kerusakan atau kelainan pembuluh darah. Sangat penting melakukan aktivitas fisik untuk mencegah trombosis. Chospiadi mengungkapkan, berdasarkan penelitian, aktivitas fisik bisa menurunkan risiko trombosis. Selain kurang gerak, trombosis lebih berisiko pada orang yang merokok, usia di atas 45 tahun, dan ibu hamil.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.