• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 26 April 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi: Saya Malu Mendengar Kata Itu...
    ANA DEA | Kamis, 22 Oktober 2015 | 15:59 WIB            #NASIONAL

    Jokowi:
    Presiden Joko Widodo

     
    JAKARTA - Keputusan impor beras dari Vietnam jadi hal berat bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya Jokowi sejak awal tak ingin ada impor beras, bahkan Jokowi sempat malu ketika ditawari beras impor oleh Presiden Vietnam Truong Tang Sang, akhir 2014 lalu.

    Pada Mei 2015 lalu, Jokowi ingin Indonesia bisa swasembada beras. Pada waktu itu Jokowi ingin segala upaya dilakukan supaya tidak perlu impor beras dari negara tetangga.

    "Indonesia tidak perlu impor dari Vietnam, impor dari Thailand, kita harus bisa memenuhi diri kita sendiri. Entah ditanam padi, entah ditanam jagung, kita harus produksi sendiri," kata Jokowi di para warga Pulau Buru, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, (7/5/2015).

    Jauh sebelumnya, dalam pertemuan dengan Presiden Vietnam Truong Tang Sang di sela-sela ASEAN Summit Desember 2014, Jokowi sempat mendapat tawaran impor beras dari sang Presiden Vietnam.

    "Saya kemarin ketemu Presiden Vietnam di ASEAN Summit, baru ketemu dia langsung tanya ke saya. Katanya: mau beras enggak," ujar Jokowi saat hari penanaman pohon Indonesia, di Desa Tempursari, Wonogiri, Desember lalu.

    Pada waktu itu, Jokowi sempat bercerita setelah mendengar pertanyaan sang presiden Vietnam, Jokowi mengaku kaget. Jokowi juga malu, mengapa Indonesia yang kaya dan subur masih butuh beras dari Vietnam.

    "Kalau kita kayak di Arab Saudi, enggak ada lahan, enggak ada sawah ya enggak apa-apa impor. Ini kita lahan banyak, sawah banyak kok impor? Malu saya," ujar Jokowi disambut tawa hadirin waktu itu.

    Jokowi bertekat membangun waduk supaya sawah di Indonesia bisa dialiri air dengan baik.

    "Saya malu, kok kita sering impor? Makanya begitu pulang saya langsung mau bangun 49 waduk. Kalau sudah swasembada kita ekspor beras kita ke Vietnam," ujarnya.

    Pernyataan rasa malu Jokowi soal tawaran impor beras juga disampaikannya di kesempatan yang berbeda. Pada acara pembagian traktor dan pompa air ke para petani di Desa Keraswetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jokowi sempat bercerita malu ketika bertemu dengan perwakilan Vietnam.

    "Saya kemarin malu ketemu perwakilan negara Vietnam. Ngomong ke saya kapan beli beras lagi dari Vietnam," ungkap Jokowi di hadapan ratusan petani, di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2015).

    Mendengar pernyataan dari Jokowi tersebut, ratusan petani yang berada di tengah persawahan tertawa serentak. "Saya malu mendengar kata itu," sambung Jokowi.

    Jokowi bertekad, dalam 3 tahun Indonesia harus swasembada pangan terutama beras. Ia meminta petani bekerja keras produksi beras, karena kebutuhan beras Indonesia sangat banyak tapi produksinya kurang.

    "Nanti saya ngomong 4 tahun lagi, eh siapa yang butuh beras beli di Indonesia. Nggak boleh kita setop itu produksi mesti ditingkatkan karena kita kurang banyak sekali. Jumlah traktor kita juga kurang banyak. Dibandingkan traktor di Thailand jumlah kita hanya 1/10 nya. Kita akan terus kasih lagi, kasih lagi Sehingga kita 3 tahun lagi harus sudah double produksinya," kata Jokowi dengan suara tinggi, tegas dan bercucuran keringat karena terik matahari waktu itu.

    Seperti diketahui keputusan pemerintah mengimpor beras 1 juta ton dari Vietnam hanya sebagai cadangan beras pemerintah di gudang-gudang Bulog. Hal ini untuk mengantisipasi stok di awal tahun depan agar pasokan dan harga beras di masyarakat tetap terjaga. Keputusan impor juga karena mengantisipasi hal terburuk dari dampak El Nino yang mengancam produksi padi nasional.

    "Ini impor itu kita lakukan untuk memperkuat cadangan beras nasional, tetapi bisa ditaruh di Vietnam atau Thailand," kata Jokowi, usai membuka pameran Trade Expo Indonesia (TEI) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

    Jokowi menjelaskan, meski Indonesia mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand, namun pasokan beras bisa disimpan di kedua negara tersebut sebagai jaga-jaga. Bila kebutuhan mendesak, karena produksi terganggu karena El Nino, maka beras-beras tersebut bisa masuk ke Indonesia.

    "Nah diputuskan kalau sudah kelihatan, kalau minggu ketiga minggu keempat Oktober hujannya masih ragu-ragu, ya memang kalau perlu ditarik ke Indonesia‎," kata Jokowi.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.