• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 Juni 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Naik Transportasi Umum Lebih Sehat?
    ANA DEA | Kamis, 12 November 2015 | 11:37 WIB            #GAYA HIDUP

    Naik
    Ilustrasi

     

    FLOBAMORA.NET - Sebagai pekerja yang harus menempuh jarak cukup jauh dari rumah menuju kantor, Anda mungkin pernah terjebak dalam sebuah dilema: berdesak-desakan di transportasi umum seperti kereta atau memilih untuk menyetir di kabin mobil ber-AC yang nyaman, namun harus menghadapi kemacetan yang membuat kepala nyut-nyutan.

     

    Menurut data yang didapat American Community Survey, pekerja penuh waktu di Amerika rata-rata menghabiskan waktu 26 menit di jalan menuju kantor. Dari total pekerja tersebut, lebih dari tiga perempatnya memilih untuk mengendarai mobil pribadi.

     

    Walau mobil memberikan ruang privasi dan kenyamanan lebih, tapi pekerja yang memilih untuk mengendarai mobil ke kantor memiliki tingkat kesehatan yang lebih rendah, ketimbang mereka yang memilih transportasi umum.

     

    Pendapat itu ternyata juga sejalan dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan oleh American Heart Association Scientific Sessions 2015 yang menyatakan, orang-orang yang naik kereta atau bus untuk bekerja cenderung memiliki penurunan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas bila dibandingkan dengan mereka yang memilih menyetir mobil.

     

    Sebuah penelitian di Jepang juga mencoba membandingkan tingkat kesehatan pekerja yang berjalan kaki, mengendarai sepeda, mereka yang menyetir mobil, memilih naik kereta atau bus.

     

    Peneliti melihat data dari 5.908 peserta studi dewasa dengan usia antara 49-52 tahun. Hasilnya, dibandingkan dengan mereka yang menyetir mobil, pengguna transportasi umum 44 persen lebih kecil kemungkinannya untuk kelebihan berat badan, 27 persen lebih kecil kemungkinan untuk memiliki tekanan darah tinggi, dan 34 persen lebih kecil kemungkinannya untuk diabetes.

     

    Bahkan, penelitian ini juga mendapati, bahwa pengguna kereta atau bus memiliki tingkat kemungkinan diabetes, tekanan darah tinggi, dan diabetes yang lebih kecil ketimbang pejalan kaki atau pengendara sepeda.

     

    Para peneliti mengatakan, hal ini bisa disebabkan karena pengguna kereta atau bus harus berjalan lebih jauh untuk mencapai stasiun ketimbang mereka yang rutin berjalan atau bersepeda.

     

    “Orang-orang harus mempertimbangkan untuk mengambil transportasi umum ketimbang mobil, sebagai pilihan sehari-hari. Ini juga berguna bagi para penyedia layanan kesehatan untuk menanyakan pada pasien bagaimana cara mereka menuju ke tempat kerja,” kata pemimpin studi Dr. Hisako Tsuji, direktur Moriguchi City Health Examination Center.

     

    Penelitian sebelumnya juga telah menemukan, bahwa perjalanan panjang dikaitkan dengan tingkat stres tinggi, masalah berat badan, sakit punggung dan leher, kesehatan mental berkurang, serta umur yang rata-rata lebih pendek di antara penumpang perempuan

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.