• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Akhirnya Indonesia Bisa Ungguli Singapura...
    ANA DEA | Jumat, 20 November 2015 | 07:38 WIB            #NASIONAL

    Akhirnya
    Ilustrasi

     
    Survei Price Waterhouse Coopers (PwC) terhadap 800 pimpinan perusahaan yang berlokasi di Asia Pasifik menempatkan Indonesia di posisi kedua terbaik setelah Tiongkok sebagai "hub" atau penghubung perdagangan dan investasi di kawasan tersebut.

    Dengan posisi dua besar tersebut, Indonesia berhasil melangkahi Singapura, yang selama ini seringkali unggul di berbagai bidang.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani di Jakarta, Kamis (19/11/2015), mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan para pimpinan perusahaan negara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) masih percaya dengan iklim investasi di Indonesia yang semakin kondusif.

    "Respon pemerintah sangat penting karena kepercayaan yang muncul dalam survei tersebut harus dikelola dengan baik terutama dengan menginformasikan reformasi-reformasi kebijakan investasi yang telah dilakukan oleh pemerintah," katanya.

    Survei tersebut mencatat, Indonesia mengungguli Singapura yang dikenal sebagai salah satu "hub" perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik.

    Singapura hanya mendapatkan 46 persen responden pimpinan perusahaan yang menyatakan akan meningkatkan investasinya selama 12 bulan ke depan. Persentase tersebut di bawah posisi Indonesia yang mendapatkan 52 persen dan hanya selisih tipis dengan posisi teratas yaitu Tiongkok dengan 53 persen responden.

    Menurut Franky, keyakinan para pimpinan perusahaan tersebut cukup signifikan mengingat aliran modal asing yang masuk ke Asia Pasifik sudah cukup tinggi.

    "Jadi salah satu keterangan di survei tersebut menyebutkan bahwa sebenarnya wajar apabila tahun ini terjadi penurunan mengingat arus masuk investasi asing ke Asia-Pasifik mencatat angka tertinggi tahun lalu," ujarnya.

    Survei PwC tersebut juga menyebutkan, secara keseluruhan, 68 persen investasi baru akan dikucurkan di wilayah APEC dan 32 persen lainnya ke wilayah lain di dunia.

    Franky mengatakan capaian Indonesia dalam survei tersebut akan menjadi modal bagi pemerintah untuk meningkatkan aliran investasi yang masuk ke Indonesia.

    "Bapak Wapres Jusuf Kalla dalam CEO Summit kemarin (18/11/2015) menyampaikan hal-hal mengenai bagaimana respon pemerintah terhadap perubahan global dan bagaimana Indonesia melakukan deregulasi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif," katanya.

    Realisasi investasi negara-negara yang tergabung dalam APEC memang mendominasi arus investasi yang masuk ke Indonesia.

    Berdasarkan data realisasi investasi BKPM, dalam lima tahun terakhir dari 20 negara teratas, anggota ekonomi APEC berkontribusi hingga 77,5 persen dengan nilai mencapai 76 miliar dollar AS.

    Lembaga itu juga mencatat, tren realisasi investasi dari negara APEC terus menunjukkan hal yang positif.

    Posisi realisasi investasi negara APEC pada 2010 yang mencapai 9,2 miliar dollar AS meningkat menjadi 10,5 miliar dollar AS pada 2011.

    Kemudian, kembali meningkat menjadi 12,8 miliar dollar AS pada 2012, serta meningkat cukup drastis menjadi 16,1 miliar dollar AS setahun kemudian pada 2013.
    l
    Selanjutnya pada 2014 realisasi investasi mencapai 15,1 miliar dollar AS. Ada pun hingga September 2015 mencapai 11,9 miliar dollar AS.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.