• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 Juni 2018

     

     
    Home   »  Olahraga
     
    Sihir El Clasico Menembus Batas Dunia
    ANA DEA | Sabtu, 21 November 2015 | 16:04 WIB            #OLAHRAGA

    Sihir
    Ilustrasi

     

    Tidak ada kehidupan di Spanyol saat laga el clasico dimainkan. Seperti itulah penggambaran betapa tinggi tensi duel antara Real Madrid dan FC Barcelona.

     

    Pertandingan sepak bola apa yang paling panas di Eropa? Tak sulit untuk menjawab el clasico di Spanyol. Kehidupan di Negeri Matador itu seolah berhenti untuk menikmati (menanti) seperti apa drama yang disajikan di lapangan.

     

    Walau berebut si kulit bundar dan berusaha memasukkannya ke gawang lawan, pertandingan antara Real Madrid dan FC Barcelona tidak dapat disebut hanya tentang sepak bola.

     

    Catatan duel kedua tim raksasa tersebut tak lepas dari sejarah negeri Spanyol. Ada kebencian berbau unsur kemanusiaan yang tak kunjung luntur mengiringi pertemuan di lapangan hijau.

     

    Selain persaingan gelar juara, domestik dan internasional, sejumlah aspek kehidupan juga dibenturkan setiap kedua tim bertemu. Jangan lupa melihat el clasico dari sisi ekonomi.

     

    Saat ini, nilai seluruh anggota skuat Real Madrid bernilai 718,8 juta euro (sekitar 10,6 triliun rupiah). Di peringka kedua daftar nilai klub La Liga, Barcelona berharga 657,5 juta euro (9,7 triliun rupiah).

     

    Di Inggris, dengan memakai mata uang euro, Chelsea berada di urutan teratas sebagai skuat termahal Premier League. Pasukan Jose Mourinho bernilai 542,5 juta euro, disusul Manchester City (514,5 juta) dan Arsenal (402 juta).

     

    Pasukan Juventus di Italia saat ini bernilai 377, 8 juta euro, hampir setengah dari harga pemain Real Madrid.

     

    Persaingan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam memburu titel pesepak bola terbaik di muka bumi juga menjadi bumbu penyedap el clasico dalam beberapa tahun terakhir.

    ***

    Ya, itulah sebabnya pemberitaan duel kedua tim raksasa La Liga itu menyita perhatian publik sepak bola dunia. Kini, publik menanti seperti apa strategi sepak bola kedua tim dalam menguasai emosi akibat tekanan dari kedua pendukung.

     

    Para pemain di kedua kubu tentu ingin keluar sebagai pemenang dalam pertandingan sepak bola. Akan tetapi, sebagian dari pendukung kedua tim ingin keluar sebagai penakluk musuh.

     

    Gelombang emosi pendukung tersebut kerap menjadi santapan media massa. Pemberitaan, dengan gaya media masing-masing, menambah panas suasana persaingan di kedua kubu.

     

    Tapi, itulah ikatan media dan olah raga (sepak bola). Tanpa peran media massa, cabang olah raga akan jauh dari ingatan publik dan kemudian terancam hanya menjadi mainan sekelompok kecil manusia.

     

    Masyarakat Indonesia mencintai sepak bola. Tak ada bantahan terhadap pernyataan itu. Lihat saja betapa pemberitaan el clasico sudah menghiasi media massa nasional jauh sebelum kick-off.

     

    Tak hanya terkait ucapan dan komentar tokoh menjelang laga, catatan sejarah, ulasan, dan analisis data statistik menjadi santapan penggemar sepak bola di Tanah Air. Sebuah kenikmatan, bukan?

     

    Akhir pekan ini, kekuatan sihir el clasico dari Kota Madrid di Spanyol sampai ke rumah kita. Berbagai tempat menggelar nonton bareng karena tak ingin melewatkan daya pikat pertemuan Real Madrid dan FC Barcelona.

     

    Setelah tragedi kemanusiaan di Prancis baru-baru ini, adalah wajar bila pihak keamanan di ibu kota Spanyol memberi perhatian lebih besar pada laga di Santiago Bernabeu yang akan dimainkan Sabtu sore waktu Spanyol.

     

    Sebagai salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian, el clasico adalah jembatan bagi pesan kepada umat manusia. Pesan apa yang kita tunggu dari el clasico (sepak bola)?

     

    Tentu saja kita berharap penambahan jumlah polisi antihuru-hara dan petugas keamanan stadion, diyakini berjumlah tiga ribu personel, bukan aktor utama dan satu—satunya dalam menjaga “perdamaian” el clasico.

     

    Sepak bola bukan sahabat teroris. Sepak bola bukan alat pembasmi harapan manusia. Sepak bola terbukti ampuh menjadi alat yang menghadirkan perdamaian dan kegembiraan.

     

    URL SUMBER
      TAG:
    • bola
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.