• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Benarkah Ada Kartel Beras? Ini Jawaban Pedagang
    ANA DEA | Sabtu, 21 November 2015 | 20:24 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Benarkah
    Ilustrasi

     
    JAKARTA - Baru-baru ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir ada praktik bisnis tak sehat dalam rantai pasok beras di Jakarta. Hal ini terindikasi dari mulai sulitnya pasokan beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), serta harga beras medium yang berada di atas Rp 9.000/kg di tingkat pasar induk.

    Berdasarkan penelusuran KPPU, pemasok beras di Jakarta sendiri dikuasai 6-7 pemasok besar. Kondisi ini membuat penetapan harga dan pasokan beras seperti di PIBC bisa dikendalikan.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Pedagang Beras dan Penggilingan Padi (Perpadi) Sutarto Alimoeso menepis ‎dugaan adanya kartel.

    "Ada ratusan pedagang beras di Cipinang, rasanya tidak mungkin bisa kartel. Penggilingan dan pemasoknya juga ada banyak sekali," kata Sutarto di Jakarta, Sabtu (21/11/2015).

    Dia ‎menambahkan, kondisi pasar beras berbeda dengan gula, gandum, atau kedelai yang pemasoknya sangat terbatas di Indonesia. Dirinya sangsi ada kartel beras di Indonesia. "Beras itu berbeda dengan gula, gandum, atau kedelai yang bisa kartel," ucapnya.

    Sutarto juga mengoreksi pernyataan KPPU yang menyebut hanya ada sekitar 7 pemasok besar ke PIBC. Menurut perhitungannya, ada sekitar 30-an pedagang besar di PIBC, bukan 6-7 seperti dugaan KPPU. "Ada puluhan pedagang besar (di PIBC), bukan kurang dari 10," sebutnya.

    Meski demikian, dia meminta pemerintah tetap waspada dan menjaga stabilitas harga beras dengan memperkuat peran Perum Bulog. "Pemerintah harus memperkuat Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras di dalam negeri," tandasnya.

    ‎Sebagai informasi, meski pasokan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih terhitung normal karena di atas 3.000 ton per hari, namun harga beras kualitas III atau beras medium sudah melonjak hingga kisaran Rp 9.000/kg.

    Pasokan beras medium ke PIBC memang merosot belakangan ini. Biasanya pasokan beras medium yang banyak dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah mencapai 1.000‎ ton/hari, tapi saat ini tinggal 300-400 ton/hari, akibatnya harga melompat ke Rp 9.000-9.100/kg dari tingkat normal Rp 8.200-8.300/kg.

    ‎Sebagian besar beras yang masuk ke PIBC saat ini adalah beras kualitas II yang harganya Rp 9.300-9.400/kg dan beras kualitas I yang harganya Rp 9.500-9.600/kg. Anjloknya pasokan beras medium ini diduga KPPU akibat ulah kartel beras.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.