• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 15 Desember 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Setiap Ada Demo Anti-Islam di Australia, Demo Tandingan Selalu Muncul
    ANA DEA | Selasa, 24 November 2015 | 08:14 WIB            #INTERNASIONAL

    Setiap
    Demo tandingan untuk pemrotes Anti-Islam.

     
    Aksi serentak kelompok anti-Islam yang menamakan diri mereka Reclaim Australia berlangsung di sejumlah kota di Australia pada Minggu (22/11/2015).

    Namun, uniknya, di semua aksi demo itu, aksi demo tandingan selalu muncul dari kelompok masyarakat yang anti-rasial.

    Pasukan antihuru-hara, anjing pelacak, dan petugas kepolisian lainnya berhasil menjaga aksi demo dari kedua kelompok yang berlangsung secara serentak di sejumlah kota di Australia itu.

    Di Newcastle, misalnya, sejumlah peserta demo Reclaim Australia berteriak-teriak ke arah peserta demo dari kelompok Rally Against Racism di seberang jalan, "No mosque, no mosque, no mosque!"

    Menurut John Oliver dari Reclaim Australia Newcastle, warga di daerah Hunter punya hak untuk merasa takut terhadap rencana Asosiasi Muslim Newcastle membangun masjid di daerah Buchanan.

    "Ketika anak 15 tahun keluar dari masjid di Parramatta, dan menembak mati pegawai kepolisian Curtis Cheng, hal itu menimbulkan ketakutan bagi masyarakat," katanya.

    "Saya kira setiap orang berhak menyatakan bahwa mereka tidak ingin ada masjid di daerah tempat tinggal mereka," tambah Oliver.

    "Kami tidak memusuhi orang Muslim. Kami memusuhi sisi radikal dari Islam," katanya.

    "Kita melihat kekejaman demi kekejaman yang dilakukan kelompok radikal Islam. Saat orang tahu bahwa Islam mendekati daerah tempat tinggal mereka, maka mereka berhak untuk mempertanyakan agama ini," kata Oliver lagi.

    Sementara itu, Abdul Razak Mohamed, ketua masyarakat Muslim Irak di Australia, turut ambil  bagian dalam demo Rally Against Racism untuk menentang Reclaim Australia.

    Menurut dia, ketakutan seperti yang dikemukakan Oliver itu sama sekali tidak beralasan.

    "Jika mereka takut pada terorisme, kamilah korban pertama terorisme itu," kata Razak.

    "Sebagai Muslim, kami merupakan korban terorisme di negara asal kami. Tidak adil jika kami harus dipersalahkan oleh jenis terorisme lainnya di sini, yaitu rasisme," katanya.

    Ratusan warga yang tergabung dalam kelompok demo Rally Against Racism justru mendukung warga Muslim setempat.

    "Saya jengkel dengan rasisme dan Islamofobia dan kecaman terhadap orang yang saya kenal secara pribadi," kata seorang warga.

    "Mayoritas Muslim merupakan warga biasa yang telah hidup di sini lama sekali, jadi tidak ada urusan dengan Reclaim Australia," tambahnya.

    "Saya ikut demo hanya untuk menunjukkan dukungan bagi keberagaman karena itulah yang saya yakin merupakan nilai Australia yang sebenarnya," ujar seorang peserta demo lainnya.

    Polisi setempat menyatakan sangat menghargai peserta demo di kedua kelompok yang bisa menjaga ketertiban.

     

    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.