• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Lagi, Warga Protes Migrasi Meteran Listrik
    ALEX | Selasa, 24 November 2015 | 13:57 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Lagi,
    Meteran listrik prabayar

     

    Ende, Flobamora.net - Puluhan warga lagi-lagi mendatangi DPRD Ende. Kedatangan mereka, Senin (23/11) kemarin untuk memprotes migrasi listrik dari pascabayar ke prabayar yang menurut mereka dilakukan secara sepihak oleh PLN area Flores Bagian Barat.

     

    Turut hadir Camat Ende Timur, Sekcam Ende Utara dan para lurah se - kota Ende. Kedatangan mereka diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Ende Orba K Ima bersama anggota di ruang Rapat gabungan komisi. Dari unujsur pemerintah hadir Kabag Umum Setda kabupaten Ende bersama staf dan  dari PLN Area Flores Bagian Barat yang diwakili oleh beberapa asisten manajer.

    Meski dalam risalah tercatat undangan dari pihak DPRD untuk melakukan dengar pendapat dengan perwakilan masyarakat, namun terlihat ada beberapa masyarakat khususnya dari Kelurahan Roworena yang berinisiatif untuk hadir pada kesempatan itu.


    Salah seorang anggota DPRD Ende Hamsi Said mengatakan PLN secara getol mendesak migrasi karena diduga memiliki target khusus.

     

    "Apa yang menyebabkan PLN di Ende gencar melakukan mutasi. Jangan sampai ada bonus, padahal di hampir setiap wilayah NKRI tidak ada itu," sebut Hamsi sambil mengatakan ada yang menggantikan meteran pascabayar ke prabayar di saat penghuni rumah tidak berada di tempat dan tanpa seizin pemilik rumah.


    Sementara itu anggota DPRD lainnya Mikhae Badeoda mengatakan, pertemuan terus dilakukan dengan PLN dan warga masyarakat,namun masih juga ada masyarakata yang datang mengadu.

     

    Sementara Camat Ende Timur Karolus Djemada mengakui, pihak PLN sudah melakukan sosialisasi terkait mutasi listrik ini baik tingkat kecamatan maupun ke kelurahan.Saat itu disepakati jika tidak ada tuan rumah jangan dulu dilakukan migrasi, namun laporan warga yang diterima masih terjadi seperti itu.


    Lurah Rewarangga Kecamatan Ende Utara O.S Dhae mengatakan, pihaknya sampai meredam amarah warganya karena ketidakpuasan mereka  terhadap migrasi ini bahkan sampai mengancam akan menduduki kantor PLN.


    "Ada yang mengancam untuk ratakan PLN dengan tanah karena kecewa dengan migrasi. Saya lalu meredam mereka dan beri pengertian. Karena itu sekali lagi PLN tolong jelaskan sedeteil mungkin alasan yang utama sehingga sepertinya medesak sekali dilakukan migrasi,"ujjarnya.


    Salah seorang warga Roworena, Kanisius, mengemukakan temuan di lapangan di mana hasil tagihan yang dilakukan pada bulan ini tidak berdasarkan meteran pascabayar. Dia mempertanyakan karena ada lonjakan dan juga ada yang turun sangat drastis.


    "Akibatnya masyarakat takut bayar kalau dibuka karena itu kami menolak tagihan november, karena ada rekayasa, tidak berdasarkan data riil," kata Kanisius.

     

    Dia menuturkan, dirinya juga merasa ditipu karena dalam rekening pasca bayar setelah diubah nomor registrasi di situ tercatat migrasi ke prabayar.


    "Secara sistem memaksa pelanggan untuk migrasi apalagi sistem on line sudah tertera dalam rekening tersebut. Saya merasa tertipu karena secara sistem saya sudah masuk sistem prabayar padahal saya pascabayar," kata Kanis.

     

    Dia juga mempertanyakan pengurusan nomor registrasi baru harus di PLN sementara biaya pergi pulang bisa lebih besar dari rekening.


    Sementara itu beberapa warga juga mengatakan kekecewaan dengan PLN yang memaksa migrasi dan mereka menolak dengan tegas untuk migrasi ke prabayar. Mereka juga mempertanyakan apakah ada payung hukum yang mengharuskan migrasi, sementara mereka berpendapat PLN tidak merujuk pada regulasi.

    Ketua Komisi II Orba K. Ima berharap PLN bisa menjelaskan dan menggambarkan secara mendeteil dan utuh. Jangan kemudian informasi sudah bias kemudian baru diluruskan. Dia lalu menyarankan pascabayar tetap dan prabayar bagi pelanggan yang mau dan bagi pemasangan baru.


    Asisten Manajer Pelanggan dan Energi Listrik, Arief Wahyudi mengatakan sasaran corporate dengan migrasi untuk menurunkan ratio tunggakan. Dengan demikian, PLN  bisa sehat dan bisa dapat cash flow untuk investasi dan pemeliharaan.


    "Ketika pakai pascabayar pun kami tetap dikomplain dengan alasan pencatatan tidak benar, meteran yang dicatat juga tidak tepat. Untuk itu corporate mengambil kebijakan seperti itu," jelasnya.

     

    Menurutnya pola pelayanan Prabayar dinilai lebih fair karena pelanggan sendiri yang mengisi pulsa  dengan token .


    Menjawabi  pengurusan nomor registrasi di PLN dia mengatakan untuk bulan Desember tidak lagi diambil di PLN tetapi di loket-loket yang biasa dilakuan pembayaran dan itu akan dilakukan komunikasi.


    "Pembayaran Desember pelanggan cukup ke  loket terdekat. Polanya sama, Desember pelanggan tidak perlu ke PLN selama belum migrasi ke prabayar.

    Sementara itu, Nyoman, salah seorang staf lainnya mengatakan tagihan listrik pascabayar secara fisik tidak diganti berupa meteran namun secara sistem ditulis dalam rekening pasca bayar," ujarnya.


    Abdul Kadir Mosa Basa, anggota DPRD lainnya akhirnya berpendapat, mestinya perlu melakukan komunikasi lebih intens, memberikan penjelasan terkait migrasi listrik ini.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.