• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Agar Siswa tak Lupa Membaca
    ALEX | Rabu, 25 November 2015 | 13:37 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Agar
    Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Katolik Syuradikara, Ende, Siti Harwati Kayu Manis

     

    MENUMBUHKAN budaya baca dan tulis di kalangan pelajar rupanya masih jauh dari harapan. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk guru di sekolah-sekolah. Jika sudah demikian, jangan dulu mengharapkan tumbuhnya kebiasaan ini di kalangan masyarakat. Bahkan, di lingkungan perguruan tinggi saja minat baca dan menulis mahasiswa pun masih sangat rendah.   

    “Sejauh pengamatan saya, kebiasaan membaca dan menulis siswa  masih sangat rendah. Terbanyak, siswa lebih akrab dengan gadget, meng-update status di facebook atau twitter ketimbang membaca 'kertas', buku, atau majalah,” kata Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Katolik Syuradikara, Ende, Siti Harwati Kayu Manis, Jumat (20/11).

     

    Menurutnya, sekolah seperti SMA Katolik Syuradikara yang memiliki perpustakaan cukup lengkap saja minat membaca dan menulis siswanya masih kurang. Hal ini lihat dari penguasaan kosa kata yang dirasa kurang.


    Manis punya cara sederhana untuk mengukur kemampuan siswanya  yakni melalui penggunaan kata yang diungkapkan menandakan kemampuan membaca mereka. Hal ini berkaitan dengan penggunaan kata dan kalimat yang kurang tepat pada makna tulisan yang mereka sampaikan.

     

    Menghadapi kenyataan seperti itu, para guru punya beberapa trik atau cara yakni memberikan tugas kepada para siswa membaca buku-buku dan setelah itu membuat resensi terhadap buku yang sudah mereka baca.


    "Saya sebagai guru sastra biasa memberi siswa tugas untuk membaca buku atau novel. Setelah itu meminta mereka untuk membuat resensi. Ini salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca siswa," kata Manis.


    Berkaitan dengan kebiasan menulis dia mengakui masih menjadi kendala, karena seperti membaca, minat menulis di kalangan siswa juga masih rendah. Meski demikian berbagai upaya dalam menumbuhkan minat tulis tersebut terus dilakukan dengan mengadakan lomba penulisan antarsiswa di sekolah.

    "Kita bisa lihat tangkapan seperti apa mereka terhadap bahasa. Dan itu bisa dilihat bagaimana menempatkan kalimat, tanda baca, huruf kapital, kata atau kalimat yang tidak baku," ujarnya.


    Sekolah dan para guru ternyata terus mendorong para siswa untuk membaca dan menulis dan akan sering membuat lomba baca dan menulis dengan memberikan hadiah sebagai motivasi siswa untuk giat lagi membaca dan menulis. Ini yang terus dilakukan sekolah dan para guru.

     

    Mungkin apa yang dilakukan sekolah ini bisa dicontoh sekolah lain untuk memotivasi kebiasaan membaca dan menulis siswanya dengan membuat lomba menulis. Sebuah cara sederhana yang sangat efektif. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.